Amran Amir : Teknologi CPM Ramah Lingkungan

INIPALU.COM – Izin Operasi Produksi PT Citra Palu Minerals (CPM) tidak terbit tiba-tiba, melainkan melalui proses yang panjang, mulai dari studi pendahuluan, eksplorasi, studi kelayakan (feasebility study) dan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal itu dijelaskan Manager Eksternal Relation and Permit CPM, Amran Amir Sabtu (23/11/2019).

Izin OP tersebut menurut Amran Amir, didahului terbitnya Izin Lingkungan dan Rekomendasi Kelayakan Lingkungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Studi Kelayakan CPM meliputi kelayakan teknis, kelayakan lingkungan dan kelayakan sosial ekonomi. “Tentu saja potensi atau ancaman bencana, termasuk gempa bumi dan pergeseran tanah, menjadi bagian dalam studi yang dikaji dan diantisipasi. Hal yang sama dilakukan dalam studi AMDAL dan studi pendukung lainnya,” jelasnya.

Amran menjelaskan, bahwa operasi produksi PT CPM berakibat perubahan bentang alam juga berdampak pada lingkungan itu disadari dan karenanya melalui praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining practices) dengan penerapan pengelolaan lingkungan serta penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, dampak lingkungan akibat operasi CPM dikelola dan diminimalisir.

Terkait bencana 28 September 2018, lanjut Amran lagi, tentu saja CPM prihatin dan berduka. Karena itu, sejak hari pertama pascabencana, CPM bersama stakeholder lainnya ikut dan berpartisipasi dalam masa tanggap darurat dan masa rehabilitasi dan rekonstruksi. “CPM menjadi bagian dari Emergency Respon Team Kementerian ESDM.Bersama beberapa perusahaan dari Bakrie Group, CPM memberikan bantuan kemanusiaan pascabencana 28 September 2019,” ujarnya.

Amran menambahkan, Izin OP bagi CPM diharapkan menjadi media bagi CPM bersama masyarakat dan pemerintah daerah bangkit dari keterpurukan pascabencana.” Melalui investasinya, CPM berharap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kebangkitan masyarakat Palu dan sekitarnya,” demikian Amran menjelaskan.(*)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY