Kasat Lantas : Saya Tindak Tegas, Gelar Hajatan Tutup Jalan

INIPALU.COM – Menyelenggarakan hajatan pernikahan seharusnya menjadi momen membahagiakan. Kebahagiaan yang seharusnya tidak hanya milik sipenyelenggara hajatan, tetapi juga orang lain yang sekadar melihat aura kebahagiaan acara pernikahan tersebut.

Namun, lain dulu lain sekarang. Gelaran hajatan semakin tidak mengasyikan. Betapa tidak, hampir setiap gelaran hajatan kini selalu diiikuti dengan penutupan jalan umum yang sehari-hari digunakan masyarakat. Bahkan, terkadang tidak hanya satu, tetapi dua atau tiga hajatan berlangsung bersamaan dalam satu lingkup di RT berbeda. Dan, semuanya menutup akses jalan.

Dengan banyaknya laporan masyarakat terkait hal itu, Kasat Lantas Polres Palu IPTU Abdhi Hendriyatna akan melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat yang gelar hajatan menganggu arus lalulintas.

“Saya mengingatkan semua masyarakat Palu, terutama yang memiliki rumah ditepi jalan agar tidak mendirikan tenda diatas jalan raya. Bahkan sampai menutup total badan jalan dengan tenda. Jika hal itu terjadi maka pihak Lantas Polres Palu akan melakukan tindakan tegas,” ujar Kasat Lantas Palu.

Namun Kasat Lantas masih memberikan toleransi jika warga mendirikan tenda dijalan raya asalkan hanya setengah badan jalan yang dipakai atau jalan alternatif yang bisa dilalui kendaraan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang sanksi dan aturan penggunaan Jalan umum digunakan untuk kepenungan pribadi terlebih dahulu kita akan mendefenisikan apa itu pengertian Jalan Umum. Menurut pasal O1 angka (5) Undang undang No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan lalu lintas umum. Dan Menurut kelompoknya jalan umum terdiri dari, Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten, Jalan kota, dan Jalan Desa.

Hal ini dialur dalam pasal 128 ayat (1) 10 Pasal 129 ayat (1) Undang undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu Iintas dan aturan jalan. yang menjelaskan bagi masyarakat yang hendak menggunakan jalan umum untuk kepentingan pribadi dapat diizinkan menurut aturan jika membuat jalan alternatif. dan juga bertanggung jawab atas semua akibat yang ditimbulkan.

Selain itu, Kasat Lantas menuturkan, masyarakat harus memahami prosedur ijin, jika ijin keramaian bisa didapat dipolsek masing-masing. Sementara ijin penutupan jalan utama harus ijin dari Lalu Lintas.

“Ijin keramaian dari polsek itu bisa, tetapi ijin tutup jalan, harus ijin sama kami selaku penanggung jawab Lalu Lintas secara resmi. Dan jika jalan utama yang ditutup saya tidak ijinkan, namun jika jalan lorong ya silakan anda gunakan,” tandas kasat.(*)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY