Tiga Hari Tanpa Hasil, BKSDA Hentikan Sementara Penyelamatan Buaya Berkalung Ban

 

PALU –┬áSetelah 3 hari tanpa hasil, tim gabungan di bawah komando Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menghentikan sementara proses penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu.

Penyelamatan itu dihentikan sementara mulai dari hari Minggu (9/2/2020) ini.

Kepala Satgas Penanganan Konflik Buaya BKSDA Sulteng Haruna mengatakan, dihentikan sementara proses penyelamatan buaya berkalung ban itu dikarenakan faktor cuaca angin dan arus air kencang yang menghambat kerja petugas.

Belum lagi ombak cukup besar di sekitar muara Sungai Palu tempat bersembunyi buaya berkalung ban.

Haruna menjelaskan, pemberhentian pencarian dan penyelamatan itu dilakukan hingga cuaca normal serta buaya yang menjadi target bisa muncul seperti pencarian yang dilakukan sebelumnya.

“hari ini, buaya berkalung ban hanya menampakkan kepalanya dan sesekali kembali ke dalam air, sementara yang menampakkan diri untuk berjemur hanya buaya lainnya yang tidak menjadi target.” jelas Haruna.

Namun kata Haruna, meski dilakukan pemberhentian sementara, teyapi pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan buaya berkalung ban tersebut.

“Kami akan terus melakukan pemantauan baik di siang ataupun di malam hari, serta melakukan survey jumlah buaya yang berada di sungai Palu ini,” kata Haruna.

Untik strategi penyelamatan buaya berkalung ban itu, pihaknya yakin bisa menangkap buaya berkalung ban itu dengan menggunakan tombak harpun dan jaring.

Sebelumnya, upaya penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu belum membuahkan hasil sampai hari ke-3, Sabtu (8/2/2020) sore.

Tim yang melakukan penyelamatan berasal dari Satuan Tugas Penanganan Konflik Buaya dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah.

Sampai dengan Sabtu sore pukul 17.16 WITA, tim dati Satgas Penanganan Konflik Buaya masih melakukan pemantauan di sekitat muara Sungai Palu.

Di hari ke-3 ini, tim tersebut belum turun ke sungai, karena terkendala buaya berkalung ban cukup sulit ditemukan.

Tidak seperti dua hari sebelumnya, tim Satgas Penanganan Konflik Buaya sempat mendekati buaya berkalung ban dengan menggunakan perahu karet.

Di hari pertama, mereka mencoba menangkap buaya di sekitar Muara Sungai Palu sampai di sekitar Jembatan Palu I.

Di hari kedua, mereka mencoba menangkap buaya berkalung ban dengan menggunakan jaring di sekitar Jembatan Palu II.

Namun upaya dua hari tersebut belum membuahkan hasil, yang berlanjut samlai hari ketiga. (**)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY