Ancaman Covid-19 Semakin Dekat

Wabah virus mengerikan, Corona atau dikenal dengan sebutan Covid-19 terus menghantui penghuni bumi. Termasuk Indonesia, juga beberapa daerah di Indonesia termasuk kita yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah Indonesia mencatat dalam rentan hampir sebulan terakhir sudah ada 69 kasus orang positif terjangkit dan dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat gempuran virus yang sempat diisukan sebagai senjata biologis yang bocor.

Melesatnya Covid-19 ke Indonesia pada awalnya hanya dengan mewaspadai Warga Negara Asing (WNA) dari beberapa negara terpapar, di antaranya, Wuhan, Italia, Korea Selatan, Jepang, Iran, dan beberapa negara lainnya.

Saat ini Covid-19, semakin dekat, ibarat sumber aer su dekat. Di Indonesia sudah jelas ada 69 positif dan dua meninggal dunia. Artinya penyebaran virus yang disebutkan para ahli sebagai regenerasi dari virus influenza, kemudian berkembang terus dan terus menjadi virus ganas dan mematikan itu, tidak lagi hanya diwaspadai dari WNA atau WNI yang pernah berkunjung dan bertemu dengan orang-orang dari beberapa negara terpapar parah.

Saat ini ancaman itu terus mengintai, karena para positif terpapar itu sudah ada di beberapa kota di Indonesia, di antaranya, Surakarta dan Solo. Apakah itu artinya perlu kita mewaspadai orang-orang dari daerah KLB ketika masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah?

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengambil langkah-langkah khusus dalam upayanya mengantisipasi penyebaran wabah corona yang sudah mulai menimpa warganya mulai Jumat malam (13/3).

Kebijakan pertama yang diambil adalah menetapkan sergapan Covid-19 yang telah menjangkiti dua warganya, dan satu di antaranya meninggal dunia. Kejadian ini dianggap sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Selanjutnya pemerintah Solo juga telah menetapkan KLB virus korona. Hal itu diputuskan melalui rapat koordinasi antisipasi korona dengan sejumlah pimoinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di rumah dinas Loji Gandrung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bergerak cepat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona alias Covid-19 setelah meninggalnya satu pasien positif corona di RSUD dr Moewardi Solo.

Keputusan itu diambil setelah Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Jumat malam, 13 Maret 2020.

Bagaimana dengan kita di Sulawesi Tengah? Tentu pemerintah daerah kita sudah melakukan langkah-langkah strategis. Namun mungkin belum terlihat begitu gencar, imbauan-imbauan juga sepertinya kurang dipahami masyarakat sampai ke masyarakat paling bawah.
Atau mungkin sibuk mengurus persiapan Pemilihan Kepala Daerah, Gubernur, Walikota dan beberapa Bupati yang sebentar lagi dihelat. Entahlah? Tanyakan pada rumput yang bergoyang, seperti sepenggal lirik lagu Ebit G Ade.

Mengingat Provinsi Sulawesi Tengah juga merupakan salah satu daerah ramai kunjungan kemanusiaan, pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi. Banyak pihak, banyak manusia, banyak negara, banyak donatur yang berkunjung ke Sulteng, khusus daerah terdampak bencana, Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, bukan tidak mungkin virus Misterius yang belum dipastikan secara ilmiah wadah “tersangka” penyebarannya bisa juga akan mampir dan menetap di daerah kita. (bae bae lee) Kita jangan terlena dan menjadi merasa aman-aman saja dengan informasi-informasi, misalnya soal cuaca panas karena jalur Khatulistiwa virus Corona tidak berkembang, atau informasi soal konsumsi Jahe Merah bisa menjadi antibody atau banyak konsumsi Kelor juga membantu mempertahankan tubuh dari gempuran Korona. Ada lagi informasi soal minum keras tradisional “Cap Tikus” ikut dicocok-cocokan dengan penangkal virus Korona..(bisa cilaka ini).

Semoga saja pemerintah dan kita sebagai warga juga Sulteng tidak ikut-ikutan menjadi latah, seperti beberapa negara yang sudah mewabah baru kemudian melakukan langkah-langkah strategis dan antisipasi kemana-mana. Juga tidak menjadi seperti beberapa daerah di Indonesia yang terpaksa harus tegas mengeluarkan penyataan bahwa daerahnya KLB virus Korona.

Ayo semua peduli, jaga kebersihan, ikuti petunjuk pemerintah dan pemerintah segera respons kegelisahan warga, dengan langkah komprehensif bukan hanya untuk Sulteng lebih baik, seperti tag line para politisi jelang Pilkada. Tapi juga untuk Sulteng bisa bebas Korona……Permisi. (**)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY