Dampak Covid-19, Salat Idul Fitri di Desa Bolano di Perketat

PARIMO,- Dengan adanya surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian Agama Republik Indonesia (KEMENAG), kepada seluruh pemerintah daerah bahwa salat Idul Fitri dapat dilaksanakan di Masji untuk daerah yang masih tergolong jona hijau atau belum terkontaminasi Covid-19.

Dengan adanya hal itu, maka pengurus Masjid dan para pemuda Kecamatan Bolano akan menyelenggarakan sholat Idul fitri di Masjid, dengan mengikuti beberapa anjuran untuk pencegahaan penyebaran covid-19, karena Parigi Moutong salah satu dari 4 daerah di Sulteng yang tergolong Daerah yang belum terkontaminasi Covid-19 seperti Tojo Una Una, Banggai Kepulauan dan Kabupaten Donggala.

Hal tersebut, dapat kita liat seperti di Desa Bolano, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, para pengurus masjid dan para pemuda desa, telah melakukan beberapa persiapan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri dengan anjuran protokol Covid-19 seperti, menyediakan wadah untuk mencuci tangan sebelum masuk ke dalam masjid, melakukan sosialisasi keliling untuk mengingatkan masyarakat agar memakai masker dalam pelaksanaan salat serta menjaga jarak shaf salat.

Sandi Pratama, salah satu penanggung jawab, dalam pelaksanaan salat idul fitri tersebut mengungkapkan, Mesjid desa bolano induk melaksanakan solat id berjamaah karna sesuai instruksi dari gubernur Sulteng yg di turunkan ke bupati dan bupati yang megambil kebijakan terkait wilayahnya dengan mempertimbangkan penyebaran pandemi covid 19.

“Pelaksanaan ini, kami lakukan, selain instruksi dari Bupati juga mempertimbangkan status desa kami yang masih bisa dikatakan sebagai zona hijau karena belum terkontaminasi oleh covid-19,” ujarnya.

Pelaksanaan salat idul fitri ini juga, kata Sandi atas dasar surat edaran pihak kecamatan mengundang pemdes, iman desa, iman dusun dan Polsek rapat mengenai surat edaran tersebut.
Berdasarkan rapat itu, muncul surat pernyataan yang ditandatangani imam mesjid masing-masing RW atau Dusun, yang berisikan pertanggungjawaban terkait pelaksanaan salat itu.

Pelaksanaan Salat tersebut juga, akan di jaga ketat oleh pihak kepolisian dan beberapa pemuda untuk mengarahkan para jemaah untuk mencuci tangan serta menggunakan masker agar bisa masuk untuk mengikuti salat id bersama.

“Bagi masyarakat yang tidak mengikuti anjuran, kami tidak akan mengizinkan untuk salat berjamaah di masjid, serta untuk para warga Desa Bolano yang baru melaksanakan mudik juga belum di izinkan untuk melakukan salat idul fitri berjamaah,” tutup Sandi.(**)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY