AKTA JUAL BELI GANDA ADA APA DENGAN KELURAHAN SILAE..???

PALU, – Akta jual beli tanah merupakan isu yang sensitif sekaligus isu “strategis” yang kompleks terjadi. Hal ini juga terjadi di daerah Silae Palu Barat yang diduga keterlibatan kelurahan.

Jual beli tanah yang terjadi tanpa diketahui pemilik tanah yang sah atas nama Asri Radjabia dengan luas tanah 20m x 50m telah terjual oleh orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Bahkan surat jual beli telah diduga digandakan oleh kelurahan atas nama ismon.

Menurut Ulfa Kisman istri almarhum Asri Radjabia mengatakan tanah tersebut sudah beberapa kali dimediasi oleh kelurahan dengan makelar tanah atas nama kevin yang membeli tanah tersebut kepada Ismon, yang juga mengaku pemilik tanah tersebut.

“Kami sudah ketemu dengan makelar pembeli tanah atasnama kevin, tapi tidak ada jalan keluar,”. ujar ulfa.  (31/08/2020).

Mau tidak mau kata Ulfa, Ia akan segera melaporkan pihak yang terlibat atas jual beli tanah miliknya kepihak kepolisian, dan akan melaporkan penyerobotan tanah dan Akte jual beli yang ganda yang diduga kuat ada keterlibatan pihak kelurahan silae.

“Pihak kami sudah cukup sabar, jalan satu-satunya kami segera melapor keterlibatan pihak yang ikut menjual tanah kami,” tegas ulfa.

Sementara Lukman kepala kelurahan Silae dikonfirmasi via Whatsapp pada tanggal 24 Agustus 2020. tidak sama sekali merespon.(*)/dhani.

PALU, – Akta jual beli tanah merupakan isu yang sensitif sekaligus isu “strategis” yang kompleks terjadi. Hal ini juga terjadi di daerah Silae Palu Barat yang diduga keterlibatan kelurahan.

Jual beli tanah yang terjadi tanpa diketahui pemilik tanah yang sah atas nama Asri Radjabia dengan luas tanah 20m x 50m telah terjual oleh orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Bahkan surat jual beli telah diduga digandakan oleh kelurahan atas nama ismon.

Menurut Ulfa Kisman istri almarhum Asri Radjabia mengatakan tanah tersebut sudah beberapa kali dimediasi oleh kelurahan dengan makelar tanah atas nama kevin yang membeli tanah tersebut kepada Ismon, yang juga mengaku pemilik tanah tersebut.

“Kami sudah ketemu dengan makelar pembeli tanah atasnama kevin, tapi tidak ada jalan keluar,”. ujar ulfa. Minggu (23/08/2020).

Mau tidak mau kata Ulfa, Ia akan segera melaporkan pihak yang terlibat atas jual beli tanah miliknya kepihak kepolisian, dan akan melaporkan penyerobotan tanah dan Akte jual beli yang ganda yang diduga kuat ada keterlibatan pihak kelurahan silae.

“Pihak kami sudah cukup sabar, jalan satu-satunya kami segera melapor keterlibatan pihak yang ikut menjual tanah kami,” tegas ulfa.

Sementara Lukman kepala kelurahan Silae dikonfirmasi via Whatsapp pada tanggal 24 Agustus 2020. tidak sama sekali merespon.(*)/dhani.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY