PKBI JMK OXFAM Bentuk Forum Kelompok Rentan

DONGGALA,- PKBI JMK OXFAM yang merupakan salah satu NGO yang hingga kini masih terus mendampingi korban bencana di Sulteng khususnya di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), telah berhasil membentuk Forum Kelompok Rentan dari desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga ke tingkat provinsi.

Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La’bi mengatakan, pembentukan forum kelompok tersebut, merupakan salah satu program yang mememang di desain untuk menjadi wadah bagi kelompok rentan untuk bersatu memerjuangkan apa yang menjadi hak dan kepentingan mereka.

“Paling tidak yang sederhana dulu, mereka mulai mengetahui hak – hak mereka dalam proses perencanaan hingga pembangunan di desa mereka, sehingga mereka juga bisa terlibat ikut andil dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan,” terangnya.

Selain kepada kelompok rentan sendiri, PKBI JMK OXFAM juga mendorong kepedualian dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi untuk memperhatikan keberadaan kelompok rentan ini, karena mereka juga bagian dari masyarakat. Bahkan kebutuhan hidup mereka, berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

Olehnya, keberadaan kelompok rentan harus mendapat perhatian khusus agar tak ada masyarakat yang terlupakan dalam proses pembangunan dan pemulihan pasca bencana di Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA).

“Untuk memperjuangkan hak – hak kelompok rentan ini, PKBI JMK OXFAM telah membentuk Forum Kelompok Rentan tingkat desa di 33 desa dampingan, forum kelompok rentan tingkat kecamatan, forum kelompok rentan tingkat Kabupaten dan Kota, serta forum kelompok rentan tingkat Provinsi Sulteng,” urainya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Kelompok Rentan Tingkat Kabupaten Donggala, Amelia mengaku, kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu, tentu menjadi tanggungjawab semua pihak utamanya mereka yang masuk kategori kelompok rentan seperti disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui dan perempuan kepala keluarga.

“Tapi kenyataannya, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, banyak orang yang justru tidak peduli dengan kelompok rentan itu. Bahkan ada yang menganggap, keberadaan mereka tidak terlalu penting sehingga tidak perlu dipikirkan apalagi dilibatkan dalam forum – forum pengambilan kebijakan baik di desa, kecamatan, kabupaten, bahkan ditingkat provinsi,” ujar Amelia saat berbincang dengan Media Komunikasi PKBI JMK OXFAM, Senin (5/10/2020).

Namun, dengan adanya forum kelompok rentan yang dibentuk oleh PKBI JMK OXFAM dalam program pemulihan pasca bencana di Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA), membuat kelompok rentan dapat menyuarakan aspirasi dan kebutuhan mereka yang selama ini terabaikan oleh pemerintah.

“Berkat PKBI JMK OXFAM, kami makin peduli dengan kelompok rentan. Padahal sebelumnya, kami hanya acuh tak acuh dengan kelompok rentan ini,” ujar Amelia bangga.

Dia mengaku, setelah mengikuti beberapa kali kegiatan sosialisasi dan pelatihan dari PKBI JMK OXFAM, cara berfikir, sikap dan prilakunya terhadap kelompok rentan sudah mulai berubah. Bahkan rasa kepeduliannya kepada kelompok rentan makin besar.

Sebelum berkenalan dengan PKBI JMK OXFAM, Amelia mengaku, biasa – biasa saja melihat kelompok rentan seperti disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui dan perempuan kepala keluarga. Dia bahkan mengganggap keberadaan kelompok rentan itu biasa – biasa saja. Namun, setelah berkenalan dengan PKBI JMK OXFAM dan mendapat pelatihan tentang kelompok rentan, cara berfikir, sikap dan prilakunya mulai berubah. Bahkan tingkat kepeduliannya terhadap kelompok rentan makin besar.

“Saya bertekad, akan memperjuangkan kepentingkan kelompok rentan saat Musyawarah Desa (Musdes) nanti,” tandas perempuan kepala keluarga yang juga anggota BPD ini. **

Sumber : Media Komunikasi PKBI JMK OXFAM

BAGIKAN

LEAVE A REPLY