Bea Cukai, Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal

PALU, – Kantor Perwakilan Pemerintah, Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Pantoloan, melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara, hasil penindakan sejumlah 35 kali penindakan selama tahun 2019 berupa 614.660 batang rokok illegal, 399 botol Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dan 287 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), Rabu (07/10/2020).

Sebagai salah satu institusi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki tugas dan fungsi sebagai revenue collector atau pengumpul penerimaan Negara di bidang Cukai untuk biaya pembangunan, belanja pegawai serta kesejahteraan.

Alimudin Lisaw, Kepala Kantor Pengawasan & Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Pantoloan, mengungkapkan sebagai Revenue Collector atas produk Barang Kena Cukai (BKC), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ditargetkan oleh Negara untuk mengumpulkan penerimaan dari cukai senilai Rp.172,9 Triliun sepanjang tahun 2020 dan adapun realisasi penerimaan cukai tahun 2019 senilai Rp.172,3 Triliun melebihi target yang ditetapkan dalam APBN tahun 2019 senilai Rp. 165,5 Triliun.

“Barang-barang tersebut telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui KPKNL Palu untuk dimusnahkan,” Ucapnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga menjelaskan lebih lanjut, barang tersebut ditegah hingga dimusnahkan karena pelekatan pita cukai yang tidak sebagaimana mestinya, yang di Perkiraan nilai barang sejumlah Rp.703.992.800,- (tujuh ratus tiga juta sembilan ratus sembilan puluh dua ribu delapan ratus rupiah) dan potensi kerugian negara sejumlah Rp.281.738.660,- (dua ratus delapan puluh juta satu juta tujuh ratus tiga puluh delapan ribu enam ratus enam puluh rupiah).

Sementara itu, Setiawan
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea & Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara), dalam sambutannya menungkapkan, Barang Kena Cukai (BKC) yang dimusnahkan ini berasal dari hasil penindakan yang dilakukan KPPBC Pantoloan di wilayah Pantai Timur sampai Moutong, Pantai Barat sampai Buol, Donggala, Sigi Biromaru, Palolo, Kulawi, Wilayah Kota Palu, dan Pasangkayu.

“Melalui kegiatan pemusnahan ini KPPBC Pantoloan menunjukkan komitmen untuk membasmi peredaran BKC secara melawan hukum di seluruh wilayah kerja KPPBC Pantoloan dan dengan adanya penindakan yang terus menerus dilakukan diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kegiatan illegal semacam ini,” Jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, melalui KPPBC Pantoloan, Kami juga akan terus berkomitmen, menindak setiap pelaku yang melakukan pengedaran BKC secara illegal dan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada lagi peredaran BKC illegal di wilayah kerja KPPBC Pantoloan.

Ia juga berharap, Melalui kegiatan ini KPPBC Pantoloan juga ingin menunjukkan kepada pelaku peredaran BKC illegal bahwa kita semua unsur pemerintah bekerja sama dan bersinergi memberantas peredaran BKC illegal.

Semntara itu, Sepanjang tahun 2020 KPPBC Pantoloan juga berhasil melakukan penindakan atas BKC illegal dan melakukan penyidikan hingga berstatus P21 atas 3 kasus yaitu, Penegahan 1 buah kontainer berisi 16 (enam belas) Karton Rokok Illegal dan 1 buah Mobil Box berisi 29 Karton Rokok Illegal dengan jumlah barang 720.000 (tujuh ratus dua puluh ribu) batang, Penegahan satu buah kapal yang mengangkut balepress impor sebanyak 290 buah bale dari Tawau, Malaysia dan, Penegahan 1.244.000 (satu juta dua ratus empat puluh empat ribu) batang rokok illegal di Kota Palu.(*)/Sugi.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY