PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur Rusli Dg. Palabbi mengapresiasi bantuan kemanusiaan dari Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk korban bencana alam gempa bumi dan likuefaksi yang menimpa wilayah Palu, Sigi, Donggala dan Kabupaten Parimo, tahun 2018 lalu.

“Pribadi dan Pemerintah saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada WVI dan mitra relawan kemanusiaan yang turut bersimpati atas duka masyarakat, khususnya wilayah Padagimo yang terdampak bencana gempa, tsunami dan likuefkasi dua tahun silam,” katanya dalam acara penutupan program kemanusiaan Wahana Visi Indonesia, respon bencana wilayah setempat, secara virtual, di ruang vidcom kantor Gubernur Sulawesi Tengah, di Palu, Rabu.

Ia mengatakan dari data yang diperoleh, WVI bersama donor dan mitra telah menyalurkan bantuan kepada 46.224 keluarga dengan total penerima manfaat sebanyak 176.026 korban bencana, termasuk diantaranya 80.583 anak-anak di 240 desa di empat kabupaten/kota yaitu Palu, Sigi, Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong.

Ia mengatakan dua tahun pasca bencana, saat ini warga sudah mulai bangkit dan menata kehidupannya kembali berkat bantuan dari pemerintah dan sejumlah lembaga kemanusiaan termasuk WVI.

“Dan kesiapan serta ketangguhan warga mulai terbangun dalam menghadapi bencana berkat kerja sama dan bantuan semua pihak,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Ia juga berharap agar Wahana Visi Indonesia dapat melanjutkan kesinambungan program-program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat untuk menjangkau seluruh lapisan kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah Sulawesi Tengah.

“Semoga kebaikan dan keikhlasan dalam merespon bencana kemanusiaan senantiasa bernilai amal ibadah serta turut memberikan manfaat kemanusiaan yang sebesar-besarnya bagi para penyintas,” katanya.

Sementara CEO WVI, Doseba Tua Sinay dalam keterangannya secara virtual menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang berkenan mengikuti penutupan program kemanusiaan WVI.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk bisa melakukan program-program bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan WVI dalam membantu korban bencana telah menyalurkan bantuan sebesar 15.300.000 dolar atau sekitar Rp. 222 miliar kepada 46.224 keluarga, total 176.026 penerima manfaat dan 80.583 anak-anak, di 240 desa di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah, mitra kerja, donor dan sponsor atas kepedulian dan solidaritas yang sangat tinggi bagi korban bencana di Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Ia mengatakan WVI selama respon bencana ini telah juga telah mendampingi dalam pemetaan risiko dan jalur evakuasi bencana, kepada pemerintah, masyarakat maupun lembaga pendidikan di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.

“Dibidang perlindungan anak, WVI membangun ruang sahabat anak, membekali warga mengenai perlindungan anak pada saat darurat, termasuk perlindungan anak di sekolah pada masa rehabilitasi dan pemulihan, program pemberian makanan tambahan dan makanan produksi rumahan untuk keluarga balita untuk mengurangi jumlah balita dengan gizi buruk,” ujarnya.

Kemudian, katanya WVI juga telah membangun 10 Posyandu, pendampingi mata pencaharian masyarakat yang terkena dampak bencana seperti petani, nelayan dan pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

“Di masa pandemi COVID-19, WVI juga mendistribusikan paket kebersihan, masker, perlengkapan cuci tangan pakai sabun hingga distribusi masker untuk tenaga kesehatan dan masyarakat umum, bekerja sama dengan Dinas terkait dan mitra,” jelasnya.

Ia menegaskan WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, tanpa membedakan ras, agama, etnis dan gender.

Penutupan program kemanusiaan WVI ini juga menampilkan video situasi pasca bencana di Padagimo proses pemulihan oleh WVI serta video dari Sekda Sigi, Walikota Palu, Sekda Palu, Bupati Donggala peserta virtual berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong dan Kota Palu, NGO, tokoh masyarakat, ormas, tokoh agama, kepala desa, lurah dan media masa.**/AL

LEAVE A REPLY