PALU – PKBI JMK OXFAM membangun jaringan air bersih di sejumlah desa yang terdampak bencana alam gempa bumi, tsunami dan likeufaksi yang terjadi tahun 2018 lalu, menimpa Sulawesi Tengah, khususnya wilayah (PASIGALA) Palu, Sigi dan Donggala.

Program Manager (PM) PKBI JMK OXFAM, Haris CH. Oematan, di Palu, baru-baru ini, mengatakan setidaknya ada tujuh pembangunan water system atau jaringan air bersih dari sumber air hingga ke pemukiman warga yang bisa dinikmati oleh warga.

Ia mengatakan pembangunan tujuh jaringan air bersih itu dilakukan di empat desa di Kabupaten Donggala, yakni Desa Toaya, Desa Toaya Vunta, Desa Ape Maliko, Lende Tovea dan tiga desa lagi di Kabupaten Sigi yakni Desa Pandere, Desa Tuva dan Desa Langaleso.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan peningkatan akses infrastruktur air agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses air bersih yang layak dan baik untuk dikonsumsi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari outcam meningkatnya akses terhadap air bersih, sanitasi dan kebersihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan jaringan air tersebut dilakukan melalui studi kelayakan secara sederhana dengan Methodology Participatory Assesment (MPA) yang di dalamnya menggunakan beberapa tools dari Participatory Rural Appraisal (Historical Line, FGD, Diagram Vennkelembagaan, Seasonal Calendar Musim).

Kemudian, katanya melalui Rapid Technical Assesmant teknis cepat (Demography, Rapid Topography dengan GPS, hitung debet air sederhana, Distribution Plan Water dan survey jaringan pipa terhadap infrastruktut air yang telah dibangun.

“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yakni ketersediaan sumber air baku yang layak dan baik (LAIK) konsumsi bagi masyarakat, meningkatnya akses yang setara khusus air bersih, sanitasi dan kebersihan serta adanya keterlibatan, kontribusi dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam siklus program PIMES (Perencanaan, Monitoring Evaluasi Sistem) hingga serah terima ke masyarakat,” tandasnya.

Sementara Officer PHE PKBI JMK OXFAM, Rizky Basuki menambahkan pembangunan tujuh water system di tujuh desa dikerjakan meliputi perbaikan pada sumber air, penggalian jalur pipa ke bak penampung, pembangunan bak penampung, serta jalur distribusi air ke tugu kran ditengah perkampungan warga.

“Sebelumnya, kami telah melakukan survei sumber air serta penentuan titik tangkapan air yang bagus. Kemudian menentukan jalur pipa bersama warga, menentukan lokasi bak penampung dan menentukan jalur pipa ke tugu kran yang nantinya akan dimanfaatkan warga secara umum,” katanya.

“Saat ini, pembangunan tujuh water system itu sudah dalam proses pengerjaan dan kita targetkan pada November 2020 mendatang, semua pekerjaan sudah rampung 100 persen,” harapnya.

Ia mengatakan jika pekerjaan tujuh water system itu selesai, maka pihak PKBI JMK OXFAM akan melakukan serah terima kepada pemerintah desa dan sekaligus menjadi aset desa, mempermudah pemeliharaan.

“Kita juga akan mendorong pemerintah desa bersama masyarakat untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) terkait pemeliharaan tujuh water system itu, sehingga pasca diserahkan ke Pemdes, semua yang telah dibangun PKBI JMK OXFAM itu tetap terawat dan terus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” katanya.

Ia mengatakan PKBI JMK OXFAM telah membentuk komite air disemua desa yang dibangun jaringan air bersih.

“Bahkan beberapa pengurus komite air telah diikutkan dalam Training Of Trainer (TOT) sekolah informal komite air, dan dalam TOT itu diajarkan teknik pemeliharaan dan menejerial agar jaringan air yang telah dibangun dapat bertahan lama dan terus dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

“PKBI JMK OXFAM yang sejak awal bencana, tepatnya pada Oktober 2018 sudah melakukan respon terhadap korban bencana Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA). PKBI JMK OXFAM berkomitmen untuk mendampingi para korban hingga mereka bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” tandasnya.**/AL

LEAVE A REPLY