PALU – Sebanyak 210 anggota Polres Palu ikuti tes psikologi syarat memegang (Senpi) Senjata Api.

Tes ini dilaksanakan di Aula SMP N 4 Palu, Sulawesi Tengah, Senin (02/11/20).

Kepala tim pelaksanaan dari Biro SDM Polda Sulteng Ipda Syahrul menjelaskan, setiap anggota kepolisian yang akan dan telah memegang senjata api harus melalui proses ini.

“Apabila dalam tes psikologi ini terdapat anggota Polres Palu yang tidak memenuhi syarat, maka tidak boleh menggunakan dan memegang senjata api,” terangnya.

Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal, S.IK, MM melalui Kabag Sumda AKP Nana Taryana, S.Sos mengatakan, Polres Palu selalu tunduk pada aturan.

“Apabila tidak lulus tes psikologi, maka senjata api tidak diberikan dan bahkan akan kita tarik bagi anggota yang sudah memegangnya,” katanya.

AKP Nana Taryana, pelaksanaan psikologi tersebut untuk menguji kondisi kejiwaan setiap anggota pemegang senjata api.

“Selain itu juga untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosi para anggota kepolisian di Polres Palu,” katanya.

Ia mengatakan tidak semua anggota kepolisian diperbolehkan memegang senjata api.

“Ada syarat yang harus dipenuhi anggota kepolisian salah satunya tes psikologi ini. Nantinya kepada anggota yang memegang senpi dinas, untuk tidak menyalahgunakannya,” ujarnya.

Kemudian, kata dia personel yang dipercaya memegang senjata harus selalu merawat kebersihan serta menjaga jangan sampai senjata tersebut hilang atau disalah gunakan.**/AL

LEAVE A REPLY