PALU – Petani sayur hidroponik di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sukses di saat pandemi COVID-19 yang melanda di semua negara di dunia saat ini.

Nur, begitu sapaan petani sayur hidroponik yang di temui di kebunnya di jalan Garuda, Kota Palu, mengaku memulai usahanya dengan bermodalkan lima batang pipa paralon yang di modifikasi menjadi media tanam.

“Awalnya hanya menanam kangkung untuk mengantisipasi jika terjadi lockdown, seperti yang diberlakukan beberapa negara, untuk bahan makanan saat tidak bisa beraktivitas di luar rumah,” katanya. Selasa (3/11/2020).

Namun, kata dia dua minggu kemudian, dirinya menambah jenis tanaman sayur berupa Selada, sayuran lalapan yang sering digunakan pada makanan burger dan penghias makanan seperti nasi goreng.

Ia mengatakan hingga kini, setelah lima bulan berlalu, usaha selada yang di gelutinya, mulai dilirik pangsa pasar.

“Dari sebulan sekali panen menjadi setiap hari panen hingga tiga kilogram, dan permintaan pasar yang makin besar, produksi selada ditingkatkan menjadi lima kilogram sehari, diharga oleh pembeli Rp 50 ribu perkilonya,” jelasnya.

Karenanya kata Nur, dirinya berencana untuk mengembangkan peluang usaha hidroponik hingga 10.000 lubang tanam dan sementara ini sudah memiliki 3.800 lubang tanam hidroponik.

“Pasar hidropononik sangat menjanjikan, makanya pengembangan lahan dan jumlah lubang tanam harus menjadi skala prioritas kedepannya,” katanya.

Nur sendiri mengaku telah memiliki Kebun hidroponik di tiga lokasi, salah satunya di Jalan Garuda, jalan Cepedak Palu, dan satu di wilayah Desa Loru, Kabupaten Sigi.

“Setiap hari selalu ada permintaan dari pelanggan, bahkan dari kabupaten lain di Sulawesi Tengah seperti Tojo Una Una, Poso, Buol dan Morowali,” katanya.

“Penjualan menggunakan media online atau media sosial. Kebun Hidroponik Kece ini bisa memperoleh hasil bersih hingga 5 juta rupiah,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY