PALU – Pandemi virus corona alias Covid-19 yang mulai masuk di Provinsi Sulawesi Tengah pada Maret 2020 silam menghantam sektor ekonomi. Sejumlah usaha di Kota Palu dan sekitarnya bahkan mengalami penurunan omset, termasuk usaha jasa Kursus Mengemudi Palu.

Vito, salah seorang instruktur mengemudi di lembaga Kursus Mengemudi Palu mengatakan, jika biasanya sebulan bisa mencapai 20 peserta kursus, dampak pandemi turun hingga 50-70 persen. Bahkan, kata dia, falam sebulan mereka pernah mendapatkan peserta hanya orang, padahal sebelum pandemi corona jumlahnya jauh lebih tinggi.

“Pernah di Bulan April 2020, peserta kursus hanya 5 orang dalam sebulan,” ujarnya kepada IniPalu.com, Rabu (11/11/2020) sore.

Menurut Vito, yang sudah jadi Instruktur mengemudi setahun terakhir, turunnya minat kursus mengemudi itu dikarenakan ketakutan masyarakat yang ingin belajar mengemudi. Ketakutan itu diakibatkan informasi yang tersebar bahwa virus tersebut begitu cepat terjangkit.

Padahal kata dia, jika protokol kesehatan diberlakukan, maka kesehatan akan tetap terjaga.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan pada kursus mengemudi di Kota Palu, sudah cukup aman. Mulai dari menyemprotkan desinfektan sebelum dan sesudah selesai kursus, dan menyediakan handsanitizrr dalam mobil.

“Selain itu, Instruktur dan peserta menggunakan masker, serta saat peserta tiba di kantor diwajibkan cuci tangan, begitupun sesudah kursus,”

Namun kata dia, ada kabar baik dalam sebulan terakhir. Di mana, minat warga Kota Palu dan sekitarnya kembali tinggi untuk belajar mengemudi mobil.

Menurutnya, hal itu terjadi salah satunya didorong oleh informasi penerapan protokol kesehatan yang terus disampaikan kepada masyarakat. Sehingga ketakutan warga tak lagi jadi alasan untuk takut kursus mengemudi.

“Yang penting bagi kami adalah sabar dan ramah dalam mengajar siswa, juga membantu agara peserta kursus melawan rasa takutnya saat belajar. Kami punya trik dan tips saat mengajar.

“Ualsan dan review para alumni pun bisa and alihat di Google, bahwa Kursus Mengemudi Palu yang berlamatkan di H. Hayyun 40 itu, masih menmepati rating pertama di mesin pencari goggle,” tandas Vito.(*) /Muhakir

LEAVE A REPLY