PALU,- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Sulawesi Tengah telah menyeleksi berkas calon anggota baru tahun 2020 berlangsung di Sekretariat bersama.

“Dari 18 berkas yang kami seleksi, empat berkas gugur karena tidak memenuhi syarat teknis,” kata Ketua PFI Palu Rony Sandi usai menyeleksi berkas calon anggota baru, di Palu, Minggu (28/11/2020).

Ia menjelaskan, perekrutan anggota baru merupakan salah satu amanah organisasi pewarta foto yang dituangkan dalam dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang menjadi patokan organisasi jurnalis di bidang fotografi, sekaligus regenerasi.

Sebab, PFI merupakan salah satu organisasi yang sudah diakui Dewan Pers dan kedudukannya sama seperti organisasi pers lainnya di tanah air.

“Sebagai organisasi profesional, kami butuh orang-orang yang berintegritas dalam aspek jurnalistik, sehingga model perekrutan mengutamakan jurnalis murni,” ucap Rony.

Dari pembahasan yang cukup alot oleh tim seleksi berdasarkan kaidah-kaidah foto jurnalistik, katanya, empat berkas yang tidak memenuhi syarat telah dipertimbangkan secara teknis, salah satunya dari segi pemaknaan atau pesan yang disampaikan dituangkan dalam keterangan foto, tidak jelas, lalu tidak ada foto pembanding untuk menguatkan sebuah karya.

“Syarat yang dicantumkan dalam formulir, salah satunya melampirkan foto minimal tiga karya, tujuannya adalah sebagai pembanding terhadap foto-foto lainnya,” tutur Rony.

Dia berharap, dalam tahapan perekrutan, panitia dan tim seleksi harus mengedepankan sikap profesional, tegas dan bertangungjawab saat menjalankan tugas sebagai mana amanah organisasi ini.

Dari tahapan seleksi berkas, 14 calon anggota baru telah memenuhi syarat dan dinyatakan lolos ke tahap seleksi berikutnya.

“Dalam waktu dekat kami akan menggelar tes wawancara. Sebelum menuju ke tahap itu, kami mempersiapkan segala sesuatunya agar prosesnya berjalan lancar,” ucap Rony.

Dia menambahkan, seiring penguatan program kerja organisasi, ke depan PFI Palu merencanakan pembentukan koordinator wilayah (korwil) di daerah dalam rangka membantu koordinasi pengurus sekaligus bentuk pengawasan terhadap anggota.

“Mereka-mereka nanti yang dinyatakan lulus, kemudian akan dievaluasi tiga bulan ke depan apakah produktif berkarya atau tidak, sekaligus pengawasan tindakan pelanggaran dalam menjalan tugas sebagai seorang jurnalis khususnya aspek foto jurnalistik,” demikian Rony. (*)

LEAVE A REPLY