PALU – Dorongan untuk pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), datang dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Lembaga yang menginisiasi dorongan pengesahan RUU PKS itu antara lain Jejaring Mitra kemanusiaan (JMK), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia ( PKBI) dan LBH Apik Sulteng.

Ketiga lembaga itu, menggandeng sejumlah jurnalis media massa di Sulawesi Tengah untuk membangun komitmen keterlibatan dalam gerakan berama mendukung pengesahan RUU PKS, Rabu (2/12/2020).

Dalam pertemuan itu, urut hadir pemerhati HAM Sekretaris Jenderal Solidaritas Korban Pelanggaran HAM (SKP-HAM) Sulawesi Tengah Nurlaela Lamasitudju.

Dalam materinya, Sekjen SKP-HAM Sulawesi Tengah Nurlaela Lamasitudju mengatakan, perempuan mengalami kekerasan hampir di smeua rana, bukan hanya di rana.

Di mana, Sulawesi Tengah dua tahun ini mengalami pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, lalu sekarang berada di masa tanggap darurat bencana Covid-19.

Pasca terjadi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu dan sekitarnya, tak sedikit warga yang kehilangan keluarga dan harta benda. Kemudian ribuan warga mulai tinggal di lokasi-lokasi pengungsian, seperti shelter dan hunian sementara.

Di tengah kesulitan pasca bencana, terjadi masalah lanjutkan. Banyak sekali kasus KDRT yang terjadi pasca bencana 28 September 2018 di Sulteng.

“Selain itu ada ada banyak juga yang mengalami kekerasan seksual atau yang berpotensi mengalami kekerasan seksual,” kata Lela, sapaannya.

Dari berbagi sumber, kata dia, kekerasan itu terjadi akibat ketersediaan shelter/huntara yang tidak nyaman, penerangan yang kurang baik sehinga melahirkan pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan

Memang kembali lagi, lanjutnya, perempuan menjadi rentan jadi korban kekerasan seksual, tetap itu bisa juga dialami oleh laki-laki

“Ini yang menjadi urgen kita di Sulawesi Tengah, kenapa sangat penting menggaungkan agar RUU PKS ini segera untuk disahkan,” terangnya.

Diketahui, RUU PKS ini sudah diajukan sejak 2016 yang lahir dari kegelisahan atas fakta-fakta lapangan bajwa korban kekerasan seksual setiap hari semakin bertambah dan didominasi oleh perempuan.

BAGIKAN