PALU, – Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mencatat setidaknya terdapat lebih dari 7000 kapal dan alat tangkap yang rusak akibat bencana gempa dan tsunami yang terjadi di tahun 2018. Dalam merespon situasi dan kondisi tersebut, KIARA bersama dengan CCFD dan AFD (Agence Française de Développement) melihat akan pentingnya pemulihan mata pencaharian masyarakat pesisir, khususnya nelayan Teluk Palu dan Donggala, harus menjadi prioritas.

Namun pemulihan ini juga harus disertai dengan pengetahuan terkait mitigasi reduksi bencana dan pengembangan kapasitas lainnya yang dibutuhkan oleh nelayan dan masyarakat pesisir Teluk Palu dan Donggala. Termasuk menyertakan perempuan dan inklusif pesisir yang juga menjadi sasaran program KIARA dalam tiga tahun ke depan.

Nibras Fadhlillah Deputy Monitoring dan Evaluation and Learning KIARA mengatakan, pihaknya memberikan kapasitas, Secara perlahan sejak akhir tahun 2018, Sejauh ini KIARA telah membagikan sebanyak 630 perahu dengan total mesin 500 buah yang telah didistribusikan ke beberapa desa dan kelurahan di Teluk Palu dan Donggala, seperti Kelurahan Lere, Talise, Mamboro, Pantoloan, dan Desa Tompe.

Dalam catatan KIARA kini perahu bantuan KIARA ini telah memulihkan secara perlahan ekonomi nelayan dalam setahun terakhir. Kini rata-rata nelayan bisa mendapatkan penghasilan rata-rata perhari sekitar 200 – 700 ribu. Secara perlahan mereka kini bisa kembali menyekolahkan anak, menyicil motor yang hilang guna membantu mobilitas kerja.

Beberapa kelompok nelayan juga berupaya membangun kembali rumah yang sempat rusak dan porak poranda dari hasil menangkap ikan di laut dengan perahu KIARA. KIARA juga mentargetkan kelompok perempuan pesisir juga bisa meningkatkan kapasitasnya dalam pengelolaan ikan.(*)/Dhani

BAGIKAN