PALU,-  Ali-ali membantu keluarga, MR (62 th) harus berurusan dengan Polisi. MR tidak dapat berkutik saat Polisi dari Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng menggerebek rumah Kosnya di Jalan Anoa II Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Rabu pagi (30/12/2020). Dari hasil penggerebekan Polisi berhasil menyita Sebanyak 753 botol madu palsu hasil industri rumah tangga milik MR.

MR mengakui kesalahannya, karena tidak memiliki izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) Palu. Dari hasil keuntungan penjual selama satu bulan MR bisa mencapai 4 juta. Namun keuntungan tersebut untuk kebutuhan kelangsungan hidup keluarganya.

Sementara, Dir Reskrimsus Polda Sulteng Kombes. Pol. Afrizal akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan, dikarenakan pengakuan dari tersangka MR bahwa hasil keuntungan diperuntukan kepentingan rumah tangga sendiri. Dan dari pengakuan MR, Madu tersebut di perdagangkan di toko obat, Apotik dan Swalayan di Kota Palu dengan mengatakan bahwa madu tersebut mempunyai legalitas dan diproduksi di Makasar, serta melabeli madu produksinya dengan merk Madu Tawon Lebah Alam, Madu Alam Lebah Hutan dan Madu Lengkeng Lebah Madu.(*)/Dhani

BAGIKAN