PALU,- Pasca Bencana 28 September 2018 silam, Hutan Kota Kaombona menjadi salah satu objek wisata favorit warga Kota Palu. Destinasi wisata yang terletak di Jalan Jabal Nur  Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore ramai dikunjungi warga setiap hari libur dan akhir pekan. Lokasi yang strategis dan tak jauh dari jantung kota menjadi alasan tepat warga mengunjunginya.

Hutan Kota Kaombona memang memiliki daya tarik bagi pengunjungnya. Di lokasi ini tidak hanya dilengkapi sarana olahraga dan wahana bermain bagi anak-anak tapi juga kafe-kafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman. Di lokasi  yang dulunya gersang dan kering kini perlahan menjadi hijau. Jejeran pohon yang berjejer rapi dan diselingi pohon kaktus yang berukuran besar menjadi magnet bagi pengunjung yang suka berswafoto ataupun mengabadikan gambar bersama keluarganya.

Kehadiran obyek wisata ini ternyata ikut membantu para pengusaha menengah ke bawah.  Roda perekonomian warga pun ikut menggeliat dan diuntungkan dengan keberadaan obyek wisata tersebut. Puluhan pengelola kafe beroperasi di dekat lokasi tersebut. Mereka umumnya berasal dari tepi Pantai Talise dan menjadi korban gempa bumi dan tsunami,28 September 2018 lalu.

Tak bisa dipungkiri, hadirnya obyek wisata Hutan Kota Kaombona sangat membantu para pengelola kafe yang berusaha bangkit dari keterpurukan. Terlebih wabah pandemic corona yang melanda sejak tahun lalu berdampak signifikan bagi pelaku usaha .Di sisi lain mereka juga butuh dukungan berbagai pihak terutama masalah keamanan dan ketertiban yang lebih baik agar pengunjung merasa aman dan nyaman.

Soal polemic pengelolaan kafe di hutan kota yang sempat mencuat, sejumlah pemilik kafe di lokasi tersebut menyayangkan karena pengelolaan kafe-kafe hutan kota di bawah naungan LPM Talise yang mengkoordinir perparkiran serta security keamanan sehingga kafe-kafe maupun pengunjung yang berada di lokasi tersebut sudah merasa aman dan nyaman.

Agus, salah satu pengusaha kafe yang ditemui wartawan menyampaikan dukungan untuk pengelolaan kafe dihutan kota Kaombona agar dapat terkoordinir dengan baik seperti sebelumnya. Sehingga pengusaha kafe dapat mencari nafkah di lokasi tersebut tanpa adanya hambatan maupun gangguan. Baginya, keamanan dan ketertiban juga sangat penting agar para pengelola maupun pengunjung bisa semakin ramai datang.

Dikatakan, wisata hutan kota Kaombona bisa hidup dan ramai jika kafe-kafe yang menjadi ujung tombak menarik minat masyarakat untuk datang mencari tempat refresing di malam hari. ‘’ jika aman dan nyaman maka akan lebih ramai lagi pengunjung, selain kita-kita, sapa lagi yang akan menjaga keamanan serta ketertiban kota Palu, agar kota Palu lebih dikenal sebagai kota yang menjadi pesona, slogan Palu bangkit supaya tidak sebatas slogan pasca bencana tahun 2018, harus di wujudkan juga, terutama disaat ini pandemic covid19, serba susah perekonomian”  ungkapnya.

Selain keamanan serta ketertiban yang menjadi program pemerintah, kata dia, para pengusaha kafe juga bersedia menerapkan protocol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan serta pengaturan serta pembatasan tempat duduk. Ia pun sangat mendukung pemerintah maupun pihak terkait dalam membantu mengatasi wabah corona yang hingga saat ini masih terus meningkat khususnya di Kota Palu.

“setelah ramai pengunjung, kami (pengusaha kafe) menyediakan cuci tangan serta kursi diatur agak berjauhan, harapannya agar tidak menyebarkan/penularan virus corona, kami juga dapat untung kalau pengunjung ramai” pungkasnya.(*)/Dhani

LEAVE A REPLY