PUBLIK Sulawesi Tengah riuh di media sosial maupun di warung-warung kopi tempat para “pengamat” politik dari beragam profesi berkumpul.

Dua tokoh penting di Sulteng sedang perang dingin melalui statemen di pemberitaan. Bermula dari siaran pers Rusdy Mastura atau yang akrab disapa Cudy sebagai Gubernur Sulteng terpilih yang sebentar lagi dilantik. Cudy mempersoalkan pelantikan yang dilakukan Longki Djanggola sebagai gubernur yang sebentar lagi akan berakhir masa kepemimpinannya.

Berikut siaran pers Gubernur Sulawesi Tengah terpilih, Rusdy Mastura angkat bicara terkait dengan adanya pelantikan di lingkungan pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah dalam di enam bulan terakhir, masa berakhirnya jabatan incumbent.

“Nanti saya akan batalkan semua pelantikan yang melanggar surat edaran Mendagri. Saya akan laporkan semua perbuatan mal administrasi yang melanggar ketentuan yang berlaku,” ujar Rusdy Mastura.

Menurut Rusdy Mastura, Surat Edaran Mendagri tahun 2020 Pasal 71 Ayat 2 berbunyi larangan tegas, bahwa Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali meninggal dunia atau mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri.

“Aturan itu tegas, agar tidak ada aspek penyalahgunaan kekuasaan karena sebuah tendensi politik,” ujar Cudi, panggilan akrabnya.

Rusdy Mastura juga mengingatkan Pemerintah Sulawesi Tengah yang sedang menjabat, agar tidak memperlihatkan ambisi haus kekuasaan dengan cara memaksakan formasi pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng.

Kata dia, selain melanggar aturan Mendagri, hal itu juga menunjukan sebuah sikap politik yang tidak elok. Memaksakan promosi dan pelantikan di masa akhir jabatan kata dia, memperlihatkan sebuah ambisi yang tidak wajar.

“Saya mengingatkan, bahwa siapapun yang dilantik dengan cara melanggar surat edaran Mendagri, pasti saya ganti. Jangan bilang namaku, kalau saya tidak ganti,” pesan Rusdy Mastura.

Rusdy Mastura berjanji, bahwa ia akan melaporkan ke Mendagri, semua proses pelantikan ini jika terus dipaksakan. Ia meminta agar Pemerintah Sulawesi Tengah yang menjabat berhenti melakukan akrobat.

Ia menilai, Pemerintahan sekarang ini gagal menurunkan angka kemiskinan dan menyelesaikan masalah pasca bencana, kata dia, mestinya itu jadi refleksi.

“Adindaku Longki sudah cukup 10 tahun mengatur dan menempatkan orang-orang sesuai harapanmu. Waktu yang sangat cukup. Sekarang berikan saya kesempatan menyusun formasi pejabat eselon dengan kapasitas yang bisa membantu saya mensukeskan visi misi Sulteng Maju dan Sejahtera,” Rusdy Mastura mengingatkan.

Rusdy Mastura berharap, ke depan formasi eselon diisi oleh orang-orang secara fungsional punya kapasitas bukan karena pendekatan subyektif, kekerabatan dan hal-hal yang kurang profesional.

TTD

H. Rusdy Mastura
(Gubernur Sulteng Terpilih Periode 2020-2024)

Pernyataan Cudy tersebut, memunculkan banyak pertanyaan dan spekulasi. Apakah pernyataan tersebut menjadi penegasan atau semacam Warning seorang Cudy yang sebentar lagi akan menjadi Gubernur Sulteng bahwa para pejabat yang baru dilantik Longki siap-siap begitu dilantik segera akan kembali dicopot. Entahlah, hanya Cudy yang bisa menerjemahkannya.

Ataukah pernyataan Cudy itu mau menegaskan bahwa di masa akhir kepemimpinannya, Longki jangan memanfaatkan kesempatan untuk memberikan posisi jabatan kepada “orang-orangnya” ?

Kita lihat saja seperti apa perjalanan bung Cudy ketika usai dilantik. Benarkan beliau akan langsung mencopot dan melaporkan pejabat yang dilantik Longki di akhir masa kepemimpinannya.?

Apa sikap Longki Djanggola terhadap pernyataan Cudy ?

Gubernur Sulteng dua periode itu belum memberikan statemen resmi kepada media-media di Sulawesi Tengah. Kitapun menunggu pernyataan resmi Longki Djanggola.

Semoga dua tokoh politik Sulteng ini tetap baik-baik saja kemitraan dan komunikasinya, sehingga publik akan dipertontonkan sikap dua pejabat publik, panutan masyarakat Sulawesi Tengah sejuk, yang berwibawa tanpa saling adu pernyataan yang mungkin akan melukai hati rakyat Sulawesi Tengah…Tabe…***

LEAVE A REPLY