POSO,– Forum Petani Merdeka (FPM) bersama Lembaga Adat Dongi-Dongi menginginkan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri dan kreatif. Tak hanya itu, mereka ingin memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk membangun daerah Katuvua Dongi-Dongi, Kabupaten Poso.

Ketua Forum Petani Merdeka (FPM) Irzan Masi mengatakan kemandirian dalam tata kelola sumber daya alam menuju ekonomi kreatif adalah masyarat Dongi-Dongi tidak hanya memanfaatkan sumberdaya alam seperti mencari damar dan rotan kemudian dijual tetapi masyarakat dapat mempunyai keterampilan dalam mengolah bahan baku sumber daya alam tersebut.’’Seperti dalam bentuk kerajinan tangan, meja dan kursi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dan masih banyak potensi sumberdaya alam yang ada di dongi-dongi dapat dikelola secara mandiri oleh masyarat yang nanti mempunyai nilai ekonomi yang tinggi sehingga tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di dusun Dongi-Dongi dapat meningkat,’’tandasnya.

Ditekankan, untuk menjaga agar gangguan kamtibmas yang sewaktu waktu terjadi dikarenakan banyak pendatang dari berbagai daerah dilokasi pertambangan Dongi-dongi dimana budaya dan adat istiadatnya berbeda dengan penduduk lokal maka Menyikapi hal tersebut maka Forum Petani Merdeka bersama dengan Dewan Adat Dongi-Dongi membentuk satgas keamanan pemuda Dongi-Dongi. Tugasnya untuk menjaga keamanan di areal pertambangan dongi-dongi dengan memberikan sanksi adat bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran, tindakan kekerasan dan penganiayaan, dan bagi pelaku pelanggaran hukum akan diserahkan kepada pihak yang berwajib, sehingga situasi Kamtibmas di wilayah tersebut tetap terjaga dengan baik.

Hasil Sumber daya Alam di wilayah Dongi Dongi, diakui Irzan, lebih banyak di nikmati oleh pendatang sedangkan masyarakat lokal hanya menjadi buruh lokal yng penghasilannya tidak dapat mensejahterakan masyarakat lokal, sehingga dalam perjalanannya Forum Petani Merdeka (FPM) bersama Lembaga adat dongi- dongi menginginkan kegiatan Pertambangan tersebut harus di kelola dan ditata dengan baik dengan melibatkan Forum Petani Merdeka dan Lembaga adat.

Untuk mewujudkan hal tersebut , kata dia, maka tanggal 11 maret 2021 lahirlah wadah yang bernama organisasi pengelolaan hasil bumi sumber daya agraria diwilayah minat khusus dongi-dongi dimana dewan adat menunjuk Irzan Masi yang akrab disapa dengan Lispin selaku Ketuanya.

Organisasi pengelolaan hasil sumber daya agraria di wil minat khusus untuk tujuan pembangunan di wilayah dusun dongi dongi, dimna tahap awalnya adalah membuat pagar sepanjang dusun Dongi-Dongi, Desa Sedoa. ‘’Adapun aturan yang terdapat di dalam organisasi pengelolaan hasil bumi sumber daya agraria di wilayah minat khusus dongi dongi yaitu pengunjung tidak boleh membawa senjata tajam, pengunjung tidak dibenarkan membawa senjata api,pengunjung tidak dibenarkan membawa senjata rakitan dan sejenisnya, tidak dibenarkan membawa dan memakai narkoba dan minuman keras, tidak dibenarkan melakukan penebangan kayu di wilayah dongi dongi,tidak dibenarkan beraktivitas di malam hari dalam wilayah minat khusus, tidak dibenarkan melakukan prostitusi dan tindakan kriminal maupun perbuatan lainnya yang bertetangan dengan norma ataupun aturan hukum.(*)

LEAVE A REPLY