PALU, – Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) tahapan seleksi SBMPTN yang diselenggarakan LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) telah mulai diselenggarakan, yang di mulai dari tanggal 14 dan akan berakhir 17 April 2021.

SMK NEGERI 1 Kota Palu salah satu tuan rumah dalam pelaksanaan UTBK bersama SMKN 2 Palu dan SMKN 3 Kota Palu, berjalan lancar tanpa ada pelanggaran yang ditemukan, berdasarkan pantauan tim Redaksi Inipali.com, Sabtu (16/04/2021).

Prof. Dr. Nurdin Rahman selaku penanggung jawab lokasi di SMKN 1 Palu memaparkan, bahwa selama pelaksanaan UTBK belum pernah terjadi pelanggaran oleh peserta ujian.

“Alhamdulilah selama saya menjadi penanggung jawab lokasi di SMKN 1 Palu belum ada peserta yang kita jumpai melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh LTMPTN,” ucap Prof. Nurdin.

Lebih lanjut Prof. Nurdin menjelaskan prosedur sebelum memasuki ruang ujian sangat ketat, sehingga tidak ada ruang bagi peserta melakukan hal hal yang tidak diinginkan.

“Sebelum memasuki ruangan, peserta kita cek terlebih dahulu sesuai dengan Protokol Kesehatan. Kemudian kita cek anak didik dari ujung rambut sampai ujung kaki, setelah dinyakatan aman barulah dipersilahkan masuk,” Tegasnya.

Terkait adanya penemuan pelanggaran atau jasa Joki oleh beberapa peserta UTBK, Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. H. Mahfudz, MP menyatakan bahwa peserta tersebut dapat dipastikan tidak akan lulus dalam ujian atau di diskualifikasi.

“Terkait adanya peserta UTBK yang melakukan kecurangan itu sudah pasti tidak akan lulus dalam ujian,” ujar Prof. Mahfudz dalam wawancara pada Minggu (11/04).

Gelombang kedua UTBK di jadwalkan akan berlangsung pada tanggal 26 hingga 27 April, seminggu setelah pelaksanakan UTBK gelombang pertama.

Salah satu peserta ujian, Satriani (18) mengungkapkan, dirinya merasa senang karena dalam pelaksanakan ujian tidak ada kendala seperti padamnya listrik dan jaringan yang kurang baik.

“Senang! Saya bersama teman – teman bersyukur selama ujian tidak ada kendala yang terjadi. Dan juga tidak ada peserta lain yang melakukan pelanggaran,” ungkap Satriani yang hendak kuliah di Universitas Tadulako jurusan Ekonomi.(*)

LEAVE A REPLY