PALU, – Kota Palu khususnya wilayah Kecamatan Ulujadi dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah termasuk bahan galian pertambangan galian C, serta berpotensi sebagai modal pembangunan dan keberadaan kegiatan usaha tambang di Kota Palu itu, kini banyak dipersoalkan oleh berbagai kalangan.

Namun, dalam implementasinya dihadapkan pada kondisi dilematis antara pemanfaatan optimal, dengan kerugian lingkungan dan sosial, belum lagi dengan adanya keberadaan kegiatan usaha tambang yang ilegal, yang telah menimbulkan dampak negatif di dalam pengusaha bahan galian C, diakibatkan dari berkembangnya kegiatan pertambangan yang tidak memenuhi kriteria.

Salah satu tokoh masyarakat Buluri, yang biasa di panggil dengan Papa Aco, kepada media ini Jumat 16 April 2021 mengatakan bahwa, pihaknya berharap dengan adanya keberadaan tambang galian C di wilayahnya, pemerintah juga memperhatikan pertambangan rakyat, yang mana disisi lain pertambangan rakyat merupakan bukti konkrit pengakuan terhadap eksistensi keberadaan tambang.

“Yang apabila di lakukan pembinaan dengan baik, merupakan salah satu potensi ekonomi lokal, yang dapat menggerakkan perekonomian di daerah tersebut,” ucapnya.

Papa Aco juga mengatakan bahwa, pihaknya berharap dengan secara nyata adanya legalisasi dan pembinaan pertambangan rakyat, maka sesungguhnya dapat mendatangkan beberapa keuntungan dan dampak positif lainnya.

“yaitu menanggulangi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat di daerah bersangkutan, Terbuka dan terciptanya lapangan kerja baru, dan membangkitkan jiwa-jiwa wirausaha di daerah,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa potensi pertambangan galian C di wilayah kota Palu menarik minat para investor untuk menanamkan modal guna berpatisipasi dalam pembangunan daerah, termasuk PT. Arkan Bara Mandiri, yang mulai masuk pada awal tahun 2020 di wilayah kelurahan Buluri.

“Meskipun sempat adanya aksi penolakan dari masyarakat Buluri, namun dengan adanya pertimbangan potensi peningkatan ekonomi masyarakat dapat mengubah mindset warga untuk menerima keberadaan perusahaan,” jelasnya.

Papa Aco menambahkan selain sisi negative yang mencuat secara umum, ada dampak positif yang dapat dirasakan oleh warga, Masyarakat mendapatkan kompensasi yang dikelola oleh LPM untuk kepentingan masyarakat seperti pembangunan infrastruktur dan sosial kemasyarakatan.

“jika kita dapat mengesampingkan kepentingan pribadi dan menjamin keamanan yang kondusif, investor akan datang untuk berpartisipasi dalam pembangunan kota Palu,” tutupnya.(*) /Enos.

LEAVE A REPLY