PALU, – Sempat dianggap vakum pasca gempa disusul dengan Pandemi Covid-19, kini Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali mendorong para pelaku usaha Eksportir yang ada di Kota Palu, Sigi, dan Donggala, yang terlibat langsung dalam pasar Internasional. Selasa (20/04/21).

Irsan Junud, selaku Manager Pemasaran Bank BRI cabang Palu menerangkan bahwa, berdasarkan data yang ada setelah gempa 3 tahun silam disusul Pandemi Covid-19, jumlah ekspor berkurang signifikan.

“Jadi beberapa waktu lalu kita diingatkan oleh kantor wilayah yang ada di Manado, bahwa sebelum gempa 2018 kegiatan ekspor itu banyak, namun setelah bencana ada pengurangan. Sehingga, menimbulkan pertanyaan apakah pelaku eksportirnya yang dengan sengaja mengurangi jumlah ekspor, atau pihak BRI yang pasif,” ucapnya, Senin (19/04).

Berdasarkan informasi yang diterima inipalu.com, bahwa kegiatan Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) sempat terhenti tak lepas dari dampak gempa dan Tsunami, yang membuat kegiatan ekspor belum siap.

“BRI ingin terlibat untuk membantu UMKM dalam pasar yang lebih luas, apa lagi sekarang, trendnya UMKM dalam pasar Internasional. Jangan sampai dalam peluang yang bagus seperti ini BRI tidak ikut serta di dalamnya, bahkan kemarin kelapa cukup diminati oleh negara lain seperti China. Jadi kita berharap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah kedepan untuk berani untuk mengespor,” tandasnya.

Lebih lanjut Irsan menjelaskan, untuk total dan budget pembiayaan tidak memiliki batasan dimana, pihak BRI tidak mematok nilai, selama legalitas dari Eksportir jelas berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan Pemerintah dan telah mengikuti peraturan yang ada.(*)

LEAVE A REPLY