PALU, – Untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah memperkuat sinergitas dengan pihak keamanan dalam hal saling bertukar informasi terkait penanganan masalah ekonomi di wilayah ini.

“Kerjasama itu penting guna lebih mengangkat perekonomian Sulawesi Tengah agar bisa tumbuh dengan baik,” ujar Ketua KADIN Sulteng HM Nur Daeng Rahmatu melalui siaran persnya, Sabtu (23/4/2021).

Dikatakan, pentingnya kolaborasi itu mengingat kondisi ekonomi saat ini mengalami fluktuasi akibat dampak pandemic covid-19. Begitupun jika ekonomi terpuruk maka situasi keamanan akan ikut terganggu.

‘’Jadi kami mau berkolaborasi khususnya dengan pihak keamanan dalam mengatasi masalah perekenomian di daerah ini akibat dampak covid-19. Kita butuh dukungan dan kerjasama semua pihak,’’ tandasnya.

Diakui, salah satu persoalan besar ialah karena adanya kebijakan dari sisi moneter pemerintah pusat memberikan kelonggaran terhadap pelaku ekonomi yang belum membayar tunggakan yang hingga kini belum berjalan.

Dirinya telah berkomunikasi dengan Dirut Bank Sulteng untuk meminta kepada perusahaan-perusahaan yang menurut kacamata perbankan masih bisa bergerak untuk mendapat dukungan dalam bentuk keleluasaan membayar tunggakan.

“Supaya mereka bisa tumbuh dan beroperasi kembali di masa pandemi Covid 19,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa perekonomian di Sulteng harus tetap tumbuh dan menggeliat walaupun dalam situasi pandemi Covid 19. Dimana Kadin Sulteng tidak akan tinggal diam dan terus meminta kepada pemerintah sampai bisa segera dilaksanakan.

“Satu contoh pelaksanaan pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah, baik bersumber dari daerah atau APBD harus segera lelang, karena kalau itu dilelang maka aktivitas ekonomi pasti berjalan dan tumbuh,” ujarnya.

“Tapi sampai hari ini belum ada satupun yang jalan kendalanya adalah pertama persoalan regulasi, kalau regulasi belum berjalan bagus maka para PPK juga ragu untuk menjalankan lelangnya kegiatannya, jadi ada regulasi yang memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha, sehingga perekonomian bisa bergerak dan tumbuh,” ujarnya menambahkan.

Soal situasi pasar, ia mengakui ternyata ekonomi kerakyatan masih dapat bergerak di masa pandemi ini. Pihaknya berharap pemerintah kota dapat melihat dan menjadikan ini suatu peluang.

“Mereka bisa mengatur dengan kebijakan yang tidak terlalu birokratis sehingga hal itu bisa betul-betul terarah untuk membangkitkan ekonomi real,” katanya.

Demikian pula, lanjut dia, aparat keamanan yang juga harus dilibatkan dalam mengawasi penyuplai barang kebutuhan maupun pelaku spekulan yang ada dipasaran. Sehingga tidak mempermainkan harga yang nantinya akan membuat ekonomi semakin terpuruk.

“Jangan selamanya suplayer tidak mengikuti mekanisme pasar. Maksudnya pengawasan terhadap pelaku spekulan yang dapat mempermainkan harga bisa membuat perekonomian menjadi terhambat untuk tumbuh dengan baik,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY