PALU, – Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kota Palu angkat bicara terkait antrian calon penerima Bantuan Produksi Usaha Mikro (BPUM) masyarakat yang lebih memilih menginap di pelataran Kantor BRI jalan Moh.Hatta, Kecamatan Palu Selatan, demi mendapatkan nomor antrian. Rabu kemarin (21/04/21).

“Kami pihak BRI sejak awal penerimaan BPUM sebelumnya sudah memberitahu kalau pencairannya dapat dilakukan disetiap kantor BRI terdekat,” ucap Rits Jacobus De Fretes selaku Pimpinan BRI Palu. Jumat (23/04/2021).

Sebanyak 35.585 penerima BPUM tahun 2021 yang tercatat khusus wilayah Palu dengan kapasistas kantor 35 titik yang dapat melayani penerima BPUM, dimana 1 kantor dapat memproses 50 orang penerima berkelanjutan dan sebanyak 100 orang penerima baru.

Pembatasan tersebut dikarenakan dalam bulan Suci Ramadhan sejaligus pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk tiap harinya maksimal kita bisa memproses sebanyak 100 orang penerima baru dan sebanyak 50 orang penerima berkelanjutan,” terang Rits.

Lebih lanjut Rits memaparkan bahwa penerimaan pelayanan BPUM sampai pada bulan Juni.

“Dengan waktu yang selama itu seharusnya tidak menimbulkan kerumunan yang terjadi seperti dihari kemarin, jadi harapan kami untuk masyarakat agar kiranya bisa lebih bersabar dan tidak tinggal bermalam di kantor BRI. Karena bagaimanapun juga kita tidak merasa enak kepada orang – orang tua kami,” harapnya.

Sebelumnya, ratusan warga di Kota Palu yang tercatat sebagai penerima BLT UMKM mengantri di kantor BRI cabang Palu, bahkan mereka rela tidur dan sahur di depan kantor BRI jalan Moh.Hatta, Kecamatan Palu Selatan, demi mendapatkan nomor antrian.

Desianti, salah satu warga Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Mengatakan sebagian besar warga yang tidur dan sahur di depan kantor BRI ini tinggal di luar Kota Palu, seperti Kabupaten Sigi dan Donggala. hal itu disebabkan pembatasan pelayanan terhadap penerima BLT oleh pihak bank, yang hanya melayani 50 orang dalam sehari.

“Saya tidur di sini, kalau tidak begini tidak bisa dapat nomor antrean,” tuturnya.

Menurut Desianti, mereka rela ke Palu karena di BRI unit prosesnya lama dan katanya setelah masukkan berkas nanti ditelefon dari pihak BRI unit.

“Kami coba di BRI unit, tapi prosesnya lama, katanya setelah masukkan berkas nanti ditelefon, ini tidak ada, makanya kami kemari,” katanya.

Diketahui warga yang datang sampai rela mengantri semalaman didominasi oleh masyarakat di luar Kota Palu seperti Sigi, Donggala, Pantoloan.(*)

LEAVE A REPLY