PALU, – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulteng merilis adanya peningkatan pelanggaran lalulintas dalam Operasi (Ops) Keselamatan Tinombala 2021 dan kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) yang didominasi oleh remaja usia 16 sampai 25 tahun.

Dibanding tahun sebelumnya, melalui operasi kepolisian dengan sandi Ops Keselamatan Tinombala 2021 selama 14 hari terhitung sejak 12 April sampai 25 April 2021. ditemukan jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas (lalin) tahun 2021 secara umum mengalami kenaikan sebesar 57 persen.

“Peningkatan kasus pelanggaran lalulintas dikarenakan aktifitas masyarakat kembali normal, dibandingkan tahun sebelumnya di awal Pandemi Covid-19”. jelas Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto dalam keterangan pers, Selasa siang (27/4/21) di Aula Gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng.

Sementara terkait kecelakaan lalu lintas, Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Kingkin Winisuda ikut menjelaskan, ditahun 2020 sebanyak 5.765 kasus, selisi 3.308 yang ditemukan di tahun ini, Dikma Lantas bertambah 13 persen, sementara Turjawali naik sebanyak 39 persen, serta kecelakaan lalu lintas mencuat sampai 27 persen yang melibatkan 28 kasus laka lantas yang didominasi oleh anak muda atau remaja.

“Korban laka lantas kebanyakan anak anak dibawah umur yang tidak memiliki SIM,” terangnya.

Selain itu, Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah secara tegas melarang warga untuk menggelar mudik saat lebaran. Larangan mudik itu berlaku mulai tanggal 6-17 Mei 2021 untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Terkecuali dalam keadaan penting.(*)

Reporter : Enos
Editor : Dhani

LEAVE A REPLY