PALU,- Balap Karung, layangan, wayang, meriam bambu adalah beberapa contoh kebudayaan dalam bentuk permainan tradisional yang sejatinya menjadi ciri khas tanah air yang kini mulai langka di era digital.

Ikut dan peduli terhadap pelestarian permainan tradisional, kelompok pemuda yang tergabung dalam Persekutuan Mahasiswa Oikumene Universitas Tadulako (Permahkota), menggelar lomba balap karung.

Lomba balap karung itu digelar jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 16 Permahkota pada 29 Mei mendatang.

Ketua pantia lomba permainan tradisional, Josia mengatakan, dipilihnya lomba permainan tradisional dalam rangka menyemarakkan HUT Permahkota sebagai bentuk rasa rindunya terhadap lomba-lomba tradisional yang kini pudar dan perlahan mulai dilupakan oleh generasi saat ini.

“Kita buat lomba lari karung di samping mempertahankan warisan orang tua kita dulu, lomba semacam ini juga tak kalah seru dengan lomba yang lain,” katanya kepada Inipalu.com, Senin (03/05/2021).

Senada dengan itu, salah seorang penggiat adat asal Kabupaten Morowali Utara (Morut), Aditya Posendo berharap pemerintah daerah dapat membuat suatu event khusus anak muda yang mewadahi inovasi untuk pengembangan adat, termasuk di dalamnya adalah permainan-permainan, seni tradisional.

“Kita anak muda ingin difasilitasi oleh Pemda. Kita memiliki ide-ide yang mungkin bisa membantu mempertahankan adat istiadat dari perkembangan zaman,” harapnya.(*)

LEAVE A REPLY