oleh

Wisata Puncak Harmoni Morowali Sepi Pengunjung, Pendapatan Anjlok

MOROWALI UTARA, – Destinasi Wisata Puncak Harmoni. Terletak di Desa Korolaki, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara sejak pandemi covid-19 langsung sepi pengunjung.

Kepala Desa Korolaki Yongki Lapasila mengatakan sebelum corona pengunjungnya cukup ramai. “Selain itu banyak kegiatan dari komunitas,” kata Yongki, Selasa, 14 September 2021.

Menurut Yongki, sejak mewabahnya corona pengunjung langsung sepi dan pendapatan pun turun. Pendapatan saat normal bisa mencapai Rp500 ribu perhari dari tiket masuk. Sekarang tidak lagi dan tamu yang datang digratiskan.

“Kita berharap ke depan sudah bisa kembali normal,” harapnya.

Puncak Wisata Harmoni ini dibangun atas dukungan masyarakat setempat kepada pemerintah desa dan menggunakan dana desa dan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Mulai dibangun 2019 dan terus dikembangkan hingga hari ini.

“Tahun 2019 mulai dengan anggaran Rp165 juta. Kemudian dilanjutkan di 2020 dengan anggaran Rp400 juta lebih. Lalu di 2021 dikembangkan lagi dengan anggaran Rp550 juta,” kata Kepala Desa Korolaku Yongki Lapasila, Selasa, 14 September 2021.

“Jadi selama tiga tahun dibangun, Puncak Harmoni sudah menggunakan dana desa lebih satu miliar. Ini memang difokuskan untuk pendapatan asli desa (PAD) dan peningkatan ekonomi masyarakat. Saat ini Puncak Harmoni sudah memberdayakan sekitar 200 kepala keluarga (KK),” kata Yongki.

Lokasi wisata ini akan terus dikembangkan dengan rencana membangun kolam renang dan restoran.

Selain Wisata Puncak Harmoni, ada satu lagi destinasi wisata di Desa Korolaki yaitu Air Terjun Mararutung. Air terjun ini dikelola Dinas Pariwisara Morowali Utara.

Untuk menjangkaunya, hanya bisa dengan menggunakan perahu.

Sayangnya saat kami berkunjung ke air terjun itu, aliran air kecil sekali sehingga yang tampak hanya dinding-dinding batu yang menjulang.(*/Pt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *