Menuju Herd Immunity,Parigi Akan Tuntaskan Vaksinasi Siswa

  • Bagikan

PARIMO,-SMA Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akan menuntaskan pelaksanaan vaksinasi siswa, guna mencegah penyebaran virus Covid-19 pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Kami sangat berterima kasih karena tidak susah lagi mencari tempat untuk vaksinasi siswa, melalui vaksinasi massal pelajar oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Tengah,” ungkap Kepala Sekolah ABD. Muis saat ditemui di Parigi, Kamis (18/11).

Dia mengatakan, jumlah peserta didik di SMAN 1 Parigi 1.024 orang. Tercatat sebanyak 229 orang menjalani vaksinasi secara mandiri. Kemudian, 200 orang lebih mendapatkan suntikan vaksin melalui Puskesmas dan Polsek.

Sehingga, sekitar 50 persen siswa telah melakukan vaksinasi. Sementara sisanya 50 persen lagi, BIN menawarkan untuk menjalani vaksin pada pelaksanaan vaksinasi massal pelajar. Selain itu, terdapat sekitar 10 persen orang tua menolak untuk dilakukannya vaksinasi terhadap anakanya.

Sehingga, diperkirakan sekitar 90 peserta didik akan selesai melakukan proses vaksinasi. Sementara, untuk yang menolak proses vaksinasi akan dilakukan pendekatan secara persuasif dan memberikan pemahaman agar orang tua memberi izin.

“Kami dari pihak sekolah juga tidak bisa memaksa, karena mereka punya hak untuk menolak vaksinasi ini,” tegasnya.
Jika nantinya persentasi siswa telah di vaksin mencapai 100%, PTM secara penuh akan segera dilaksanakan kembali.

Pihak sekolah juga berusaha untuk Herd Immunity agar nantinya tidak ada keraguan untuk melakukan segala kegiatan ataupun tatap muka di sekolah.

Dia menuturkan, metode yang dilakukan untuk pembelajaran terbatas saat ini, yaitu lakukan pembagian dua grup kelas, 50 persen kelas A dan 50 pesmrsen lagi kelas B.

“Jadi, hari Senin itu masuk semua grup A dan hari Selasa masuk kelas B, dan begitu seterusnya baik itu kelas X, XII, dan XII, ” jelasnya.

Dalam proses pembelajaran terbatas, sebagian peserta didik antusias, dan ada juga yang tidak mengikuti proses pembelajaran, sebab belum diberikan izin oleh orang tuannya karena anaknya dalam keadaan sakit. Sehingga, proses pembelajaran dilakukan secara daring.

“Kami merasa lega dengan divaksinnya seluruh peserta didik sehingga nantinya pembelajaran tatap muka berjalan lancar,” ucapnya.

Diharapkan kedepan, usai vaksinasi tahap pertama ini, akan dilanjutkan dengan tahap kedua oleh BIN sekitar bulan November.

“Kami tinggal menunggu informasi dari BIN sebagai pelaksana vaksinasi massal pelajar,” pungkasnya.(*)

  • Bagikan