Berita Palu

Mangrove Dapat Menjadi Bahan Pangan

565
×

Mangrove Dapat Menjadi Bahan Pangan

Sebarkan artikel ini

DONGGALA,- Salah satu tanaman pantai  yang berperan sebagai penahan abrasi dan tempat hidup serta  berkembang biaknya mahluk hidup atau satwa pantai,  yaitu mangrove ternyata merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dikembangkan juga sebagai sumber pangan alternatif, Selasa (26/07/2021) pagi.

Sumber daya alam yang melimpah  disekitar pantai, yaitu tanaman  Mangrove ternyata dapat mejadi bagian  untuk memenuhi kebutuhan pangan, maka hutan mangrove dapat pula menyediakan pangan. Secara umum hutan mangrove didefinisikan sebagai tipe hutan yang tumbuh pada daerah pasang surut (terutama pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pada saat pasang dan bebas genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.

Oleh karena itu hutan mangrove merupakan eksosistem utama pendukung kehidupan masyarakat pesisir. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia makanan bagi biota laut, penahan abrasi pantai, penahan gelombang pasang dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut, hutan mangrove juga bisa berfungsi untuk menyediakan kebutuhan pangan penduduk di sekitarnya, Seperti yang terdapat di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala terdapat Komunitas yang menjadikan Mangrove sebagai bahan pangan.

Ibu Rini, Salah Satu Anggota Komunitas Sahabat Mangrove Tsnjung Batu mengatakan, masyarakat umum belum begitu mengenal akan potensi hutan mangrove sebagai penghasil cadangan pangan untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat pesisir. Bagi masyarakat yang tinggal dan berinteraksi dengan hutan mangrove dalam kehidupan sehari-hari, sudah sangat paham akan manfaat mangrove sebagai sumber cadangan pangan.

“Kami selaku masyarakat pesisir yang telah mengetahui hal ini, telah mencoba memanfaatkan mangrove sebagai bahan pangan. Kami meyakini bahwa buah mangrove bisa dimakan dan tidak beracun karena secara logika buah ini sering dimakan oleh satwa yang hidup didalamnya misalnya kera, burung dan ular pohon.Sebagai contoh, kami selaku masyarakat pesisir  sudah biasa memanfaatkan buah mangrove sebagai pengganti nasi,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan beberap jenis buah dari pohon mangrove yang dapat di konsumsi seperti Bruguera Gimnorisa dan Apesenia Maria, buah mangrove jenis ini dapat di jadikan  sebagai  komoditi agrobisnis andalan masa mendatang, sehingga perlu dukungan kajian ilmiah untuk mendukung pengembangannya. Komoditi ini akan menjadi komoditi alternatif pengganti beras dan ubi yang akan digunakan jika sewaktu-waktu terjadi gagal panen.

“Komposisi buah mangrove jika dibandingkan dengan singkong, ubi jalar, beras dan sagu, maka komposisi buah mangrove lebih menyerupai singkong, dimana kandungan karbohidratnya hampir sama, yaitu 92 %,” ujarnya.

Tidak hanya itu lanjutnya,  buah mangrove  juga sebagai penyedia karbohidrat maupun sebagai bahan baku industri, kendala yang dihadapi adalah jika dibandingkan dengan komoditi lain misalnya beras atau ubi.

“Pengolahan buah mangrove cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama. biasa mengolah buah mangrove dari jenis Bruguiera sp , dengan cara direbus dengan tujuan untuk memudahkan pengupasan. Setelah dikupas kemudian diiris dan direndam selama lebih dari 10 jam, setelah itu dikeringkan untuk pengawetan dan dijadikan tepung sebagai bahan dasar membuat kue, seperti brownis dan cheike,”. Jelasnya.

Ia menjelaskan (red-rini), Buah mangrove tidak bisa langsung diolah menjadi makanan. Langkah pertama untuk mengolahnya adalah mengupas kulit buah mengrove, kemudian buah di belah untuk menghilangkan bagian tanin yang mirip kapas kecil berwarna putih dan lengket. Bagian ini jika tidak dihilangkan dan terebus, maka seluruh buah mangrove akan berwarna biru keunguan dan tercium bau tembakau rokok sehingga tidak enak lagi dimakan.

“Sebelum direbus, buah mangrove harus terlebih dahulu direndam dalam air tawar selama tiga hari. Setiap hari saat pagi dan sore, air rendaman buah mengrove harus diganti untuk menghilangkan getah yang menempel. Setelah tiga hari direndam, buah mangrove siap digunakan untuk makanan apa saja, seperti keripik, tinggal ditambah bumbu berupa, garam, bawang merah dan bawang putih dan siap untuk digoreng.”pungkasnya.

Tidak hanya itu, buah mangrove juga dapat di jadikan tepung untuk membuat kue seperti cake maupun berbagai macam kue, buah mangrove yang sudah direbus harus dihaluskan lebih dulu menggunakan blender. Setelah halus barulah dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti tepung, gula, mentega, sesuai dengan selera. Jika ingin rasa buah mangrove lebih dominan, maka campuran buah mangrove yang sudah dihaluskan harus lebih banyak dari bahan lainnya.

Beberapa jenis buah mangrove yang bisa diolah menjadi bahan pangan diantaranya adalah mangrove jenis Avicennia alba dan Avicennia marina atau yang lebih dikenal masyarakat dengan naman api-api lebih cocok untuk dibuat keripik karena ukurannya kecil seperti kacang kapri dan rasanya gurih serta renyah seperti emping melinjo. Adapun Rhizopora mucronata atau biasa disebut bakau perempuan yang tingggi buahnya sekitar 70 sentimeter serta Rhizopora apiculata (bakau laki) yang tingginya sekitar 40 sentimeter, lebih cocok dibuat sayur asam karena rasanya segar. Sonneratia alba yang biasa disebut pedada yang buahnya seperti granat nanas, lebih cocok untuk dibuat permen karena rasanya gurih serta renyah seperti emping melinjo. Adapun Rhizopora mucronata atau biasa disebut bakau perempuan yang tingggi buahnya sekitar 70 sentimeter serta Rhizopora apiculata (bakau laki) yang tingginya sekitar 40 sentimeter, lebih cocok dibuat sayur asam karena rasanya segar. Sonneratia alba yang biasa disebut pedada yang buahnya seperti granat nanas, lebih cocok untuk dibuat permen karena rasanya asam. Sedang Nypa fruticanlebih cocok untuk dibuat kolak.(Sugi/Ads*)

IMG-20240115-WA0256

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ingin Beriklan? Klik Disini