Berita Palu

Kenang Korban Bencana, Komunitas Difabel Berkarya, Ziarah Makam Di Poboya

812
×

Kenang Korban Bencana, Komunitas Difabel Berkarya, Ziarah Makam Di Poboya

Sebarkan artikel ini

Palu, – Komunitas Difabel Berkarya  ziarah kubur kepada korban bencana alam liqufaksi, gempa dan tsunami pada 28 September 2018 yang lalu, di pemakaman umum bersama di Petobo, Kamis, 28 September 2023.

Kegiatan ziarah dan doa bersama ini, dilakukan komunitas ini, setiap tahunnya pasca kejadian 2018.

Pendamping Komunitas Difabel Wijaya Chandra mengungkapkan hal ini lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban dari mereka.
“Lima tahun sudah dilalui bersama bencana alam ini gempa, tentunya menyisakan kenangan,” ungkapnya.

Dia mengatakan inisiatif yang dilaksanakan saat ini, sudah lima tahun dilakulan. Dengan satu harapan dari mereka, dengan teriring doa dari hati yang tulus kepada semua yang merupakan korban yang merupakan sahabat, saudara yang telah mendahului.
“semoga arwah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan terlapas dari semua penderitaan. Kegiatan ini juga, untuk menguatkan keluarga korban,” kata Wijaya.
Mudah-mudahan kebersamaan saat ini kata Wijaya, serta doa dan harapan yang telah di lantunkan, bisa tetap berkarya bersama membangun kota Palu yang lebih baik lagi.
Selain kelompok difabel, keluarga dari korban juga turut hadir untuk mendoakan almarhum dan almarhuma.
Seperti, orang tua dari almarhum Tita yang berasal dari desa Beka, mengungkapkan mereka selalu datang setiap tahunnya pada saat peringatan Gempa dan Stunami, untuk mendoakan dan melepas rindu kepada orang terkasih.
“Biasanya rame-rame kesini sama keluarga besar, tapi tahun ini cuma saya dengan papanya saja,” ujar Nurjanah.
Selain Nurjanah, ibu korban yang juga datang mendoakan anaknya yaitu Sintia Aulia, mengungkap jika dirinya datang untu berziarah sebelum melaksanakan doa bersama di rumah.
“Saya punya anak laki-laki, jadi korban liquifaksi di Petobo. Anak pertama, laki-laki satu-satunya,” katanya.
Dia menceritakan bahwa anaknya bekerja di Kalimantan, sang anak pulang ke Palu, hanya untuk meminta ibunya untuk melamar pacarnya. Tetapi ajal berkata lain, di menjadi salah satu korban.

IMG-20240115-WA0256

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ingin Beriklan? Klik Disini