Berita Palu

Petani Garam Kelurahan Talise, Kota Palu Merasa Terpinggirkan

61
×

Petani Garam Kelurahan Talise, Kota Palu Merasa Terpinggirkan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Palu H. Nanang, saat menggelar reses bersama kelompok petani garam Talise. Selasa, 17 Oktober 2023.

Palu – Petani garam di Kelurahan Talise, Kota Palu, mengalami situasi yang sangat sulit. Mereka merasa di abaikan oleh pemerintah, dan kehidupan mereka menjadi semakin sulit.

Hingga saat ini, mereka belum menerima bantuan usaha mikro kecil (UMKM) dari pemerintah. Sementara itu, harga garam saat panen raya terus mengalami penurunan karena campur tangan tengkulak yang merugikan mereka.

Para petani garam sangat mendambakan kehadiran sebuah koperasi yang dapat membantu menjaga stabilitas harga garam.

Ketika matahari terbenam dan malam tiba, area penggaraman mereka menjadi sangat gelap. Tidak ada cahaya penerangan yang memadai, hanya sinar rembulan yang sesekali menerangi lokasi tersebut. Akibatnya, para petani garam tidak dapat melanjutkan pekerjaan mereka di tempat tersebut.

Kurangnya penerangan juga membuat lokasi tersebut rentan terhadap aksi pencurian garam oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, para petani garam di Kelurahan Talise juga kekurangan fasilitas penting seperti balai pertemuan, sistem suara, hingga tenda. Selain itu, akses jalan utama menuju lokasi penggaraman juga terhambat oleh reruntuhan bangunan akibat bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. Di samping itu, lokasi tersebut juga tidak memiliki jalur evakuasi yang memadai, sehingga petani garam sulit mencari jalan keluar saat terjadi tsunami.

Dalam pertemuan reses atau jaring aspirasi dengan anggota DPRD Kota Palu, H. Nanang, pada malam Selasa, 17 Oktober 2023, sekitar 100 petani garam Talise yang tergabung dalam 16 kelompok mengungkapkan keluh kesah mereka.

Koordinator petani garam Talise, Suardi, mengungkapkan, “Kami merasa bersyukur hari ini diundang reses oleh anggota DPRD Kota Palu. Karena selama ini kami merasa terpinggirkan, meskipun banyak persoalan yang menimpa para petani garam.”

Menyikapi keluhan ini, anggota Komisi C DPRD Palu dan juga Ketua DPC PKB Kota Palu berjanji akan membantu para petani garam Talise dengan berkomunikasi dan berkoordinasi bersama instansi terkait di Pemerintah Kota Palu.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan saya. Tugas kami di DPRD adalah mendengarkan aspirasi masyarakat dan berusaha untuk menyelesaikannya sepenuh hati,” tegas Nanang. (*)

IMG-20240115-WA0256

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Ingin Beriklan? Klik Disini