Penertiban PETI di Hulu Sungai Taopa Parigi Moutong Diduga Setengah Hati

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Nov 2025 11:16 0 382 𝐒𝐧𝐒𝐏𝐀𝐋𝐔

PARIMO, – Operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hulu Sungai Taopa, Desa Gio Barat, Kabupaten Parigi Moutong, menuai sorotan tajam. Ketua LSM Forum Masyarakat Tani (FORMAT) Parigi Moutong, Rustam H. Husen, menilai operasi yang dilakukan oleh tim gabungan Polhut Dinas Kehutanan Sulawesi Tengah dan Gakkum KLHK itu tidak menyentuh para cukong besar di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

β€œYang ditangkap cuma satu orang, alat berat cuma dua unit yang disita, padahal ada belasan alat berat beroperasi di sana,” ujar Rustam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/11/2025).

Rustam mendesak Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid agar memerintahkan jajaran Dinas Kehutanan bersikap tegas dan tidak tebang pilih dalam penindakan. Ia menilai operasi seharusnya menyasar para pemodal dan pemilik alat berat yang selama ini bebas beroperasi di kawasan hutan.

β€œKami harap Pak Gubernur memerintahkan Polhut menangkap semua cukong, pemilik alat berat, dan oknum masyarakat yang mengklaim lahan kawasan hutan,” tegasnya.

Menurut Rustam, kegiatan PETI di kawasan hutan hulu Sungai Taopa telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat sekitar, terutama petani, karena menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran sungai.

β€œInformasi yang kami terima, sebagian besar alat berat disembunyikan sebelum operasi dimulai, dan para cukong sudah kabur duluan dari lokasi,” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat yang memerintahkan sejumlah alat berat keluar dari lokasi tambang sebelum operasi dilakukan. Beberapa unit alat berat bahkan diduga disembunyikan di halaman rumah warga sekitar.

Rustam menilai operasi tersebut harus menjadi pembelajaran serius bagi semua pihak agar praktik pembiaran dan dugaan β€˜bekingan aparat’ terhadap aktivitas ilegal mining tidak terus berulang.

Selain di Desa Gio Barat, ia juga meminta penertiban dilakukan di Desa Lobu, Lambunu, dan Karya Mandiri, yang diduga menjadi titik aktivitas PETI di Kabupaten Parigi Moutong.

β€œKami mendesak Bapak Gubernur agar segera menertibkan seluruh lokasi PETI dan mengungkap siapa otak di balik maraknya tambang ilegal di wilayah kami,” tandas Rustam.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kehutanan Sulteng maupun Gakkum Sulawesi belum memberikan keterangan resmi terkait operasi tersebut./(*)

𝐒𝐧𝐒𝐏𝐀𝐋𝐔

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Pagelike Widget
LAINNYA