SIAPA yang tak mengenal Kopi A’robi? Kedai kopi lokal yang lahir di Palu ini kini telah menjelma menjadi salah satu jaringan waralaba minuman terbesar di kawasan timur Indonesia, dengan 63 outlet yang tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, hingga Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kopi A’robi pertama kali berdiri pada 2020 di Jalan Imam Bonjol, Palu Barat. Sejak itu, merek ini berkembang pesat dengan menghadirkan beragam varian minuman kopi dan non-kopi yang digemari masyarakat. Menu andalan seperti es kopi gula aren dan vanilla regal menjadi favorit pelanggan, disusul inovasi terbaru berupa butterscotch dan caramel latte.
Chief Creative Officer Kopi A’robi, Aldi Gifari, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil meraih omzet miliaran rupiah setiap tahunnya. Pada 2025, jumlah outlet ditargetkan bertambah menjadi sekitar 70 unit.
“Outlet yang sedang dalam proses pembukaan ada sekitar tujuh, tersebar di Luwuk, Morowali, Gorontalo, dan sebagian besar di Palu,” ujar Aldi.
Sejumlah gerai Kopi A’robi yang dikenal ramai pengunjung antara lain di kawasan Lapangan Vatulemo, Palu Grand Mall, Jalan Sam Ratulangi, Kijang, dan Ahmad Yani. Di tengah maraknya persaingan kedai kopi, termasuk hadirnya merek nasional seperti Kopi Kenangan, Kopi A’robi mengandalkan pendekatan komunitas untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
“Produk kami sudah menjadi minuman ‘comfort’ bagi masyarakat Palu. Yang kami jaga adalah hubungan dengan komunitas penikmat kopi melalui interaksi, komunikasi, serta kolaborasi berbagai event,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan, Kopi A’robi rutin menghadirkan promo khusus, seperti diskon pada momen tertentu termasuk 17 Agustus, serta potongan harga hingga 20 persen bagi konsumen loyal.
Manajemen juga menyadari bahwa performa setiap outlet tidak selalu sama. Sejak awal, setiap lokasi telah dipetakan berdasarkan proyeksi omzet sehingga tidak diberlakukan target pendapatan yang seragam.
“Contohnya outlet di Kimaja yang bergabung dengan toko servis handphone. Karena ruangnya terbatas, sejak awal kami sudah memprediksi omzetnya tidak sebesar outlet lainnya,” terang Aldi.
Dalam ekspansi bisnis, Kopi A’robi menerapkan seleksi ketat terhadap mitra, khususnya yang telah memiliki pasar tersendiri. Salah satu kolaborasi strategis dilakukan bersama Ummi Home Baked.
“Market Ummi Home Baked cukup besar. Orang yang beli rotinya belum tentu minum kopi, tapi justru itu jadi potensi baru bagi kami. Bisa saja setelah beli roti, mereka sekalian beli Kopi A’robi,” pungkasnya.(*/Ghinaa Rahmatika)








