Kota Palu

SSGI  Palu Naik 0,8 Persen,Pemkot Tetap  Optimis Turunkan Angka Stunting

216
×

SSGI  Palu Naik 0,8 Persen,Pemkot Tetap  Optimis Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

INIPALU.COM- Pemerintah Kota Palu tetap semangat untuk menurunkan Stunting di Kota Palu, walaupun secara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) cukup jauh perbedaannya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, saat  menghadiri Pertemuan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Kota Palu tahun 2023  Senin, 06 Maret 2023 di Restoran Kampung Nelayan, Kota Palu.

“Secara e-PPGBM kita turun sekitar 1,8 persen dari 7,85 menjadi 6,19. Nah ini data yang real dari 90 persen hasil penilaian untuk anak-anak Balita, ibu hamil, dan seterusnya. Namun ternyata, setelah SSGI kami naik 0,8 persen dari 23,9 persen menjadi 24,7 persen,” ungkapnya.

Ia menyatakan hasil SSGI tersebut tidak menurunkan semangat Pemerintah Kota Palu dalam upaya menurunkan angka Stunting di Kota Palu.

Wakil Wali Kota Reny mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Palu baik dari OPD, Camat, Lurah, hingga Bunda Paud masing-masing kecamatan dan kelurahan yang telah bekerjasama dalam menurunkan Stunting.

“Mudah-mudahan di tahun 2023 ini Stunting Kota Palu turun betul-betul secara signifikan,” harapnya.

Sementara Ketua Tim Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Kota Palu, dr. Eko Jokolelon menjelaskan, dua faktor utama penyebab tingginya stunting di Kota Palu diantaranya terjadi akibat gempa 28 September 2018 dan pandemi covid-19.

“Orang stunting itu sangat dekat dengan namanya kemiskinan, kita tahu sendiri 2018 kita dihadapkan dengan bencana gempa dan kembali dihantam covid-19 pada 2020. Yang kita khawatirkan itu, efek stunting 10-20 tahun kedepan. Kita ingin anak Indnesia bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, kuat dan mampu memajukan negara,” jelasnya.

Saat ini pihaknya belum bisa mengindentifikasi rekomendasi apa yang nanti akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berdasarkan data stunting yang sudah di input dari masing-masing sampel kelurahan yang ada.

“Kita harus kroscek dulu, apakah data yang diinput Pemkot ini sudah sesuai dengan fakta di lapangan atau belum,” jelasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Palu tersebut juga dihadiri 45 orang tim penilai kinerja percepatan penurunan stunting Kota Palu, kepala OPD, camat, lurah dan bunda PAUD se-Kota Palu. Dimana diramaikan dengan 15 stand pameran pencegahan stunting  diikuti oleh kecamatan, kelurahan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palu, puskesmas dan beberapa OPD terkait. Masing-masing stan dibuka untuk memberikan edukasi kepada pengunjung bagi siapapun untuk bisa mencegah terjadinya stunting.***

IMG-20240313-WA0017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *