Kota Palu

Wakil Wali Kota Palu: Kurangi Konsumsi Beras dan Terigu, Beralih ke Pangan Lokal

78
×

Wakil Wali Kota Palu: Kurangi Konsumsi Beras dan Terigu, Beralih ke Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini

 

Palu- Wali Kota Palu diwakili Wakil Wali Kota, dr. Reny A. Lamadjido,secara resmi membuka sosialisasi Pola Konsumsi Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), pada Rabu, 19 Juni 2024 di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu ini dirangkaikan dengan sosialisasi Surat Edaran Wali Kota Palu tentang Penerapan Diversifikasi Pangan Lokal dalam Mendukung Upaya Menekan Laju Inflasi Daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Reny mengungkapkan rasa syukurnya, karena Kota Palu baru-baru ini masuk sebagai nominasi daerah berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi daerah.

“Alhamdulillah inflasi kita di Kota Palu turun. Sehingga kemarin kita Kota Palu mendapatkan penghargaan sebagai nominasi terbaik dalam pengendalian inflasi,” ungkap wakil wali kota.

Wakil wali kota menyatakan, walaupun Kota Palu belum masuk dalam tiga besar daerah pengendali inflasi terbaik, tapi Pemerintah Kota Palu perlahan-lahan berusaha untuk bisa memasuki tahapan-tahapannya.

Menurut wakil wali kota, inflasi Kota Palu masih naik turun dan bahkan pernah mengalami deflasi.

“Tidak bagus juga itu deflasi, berarti nanti enak di konsumen, susah di pedagang atau pengusaha. Daya beli kurang, jadi harga turun. Jadinya, tidak ada lagi untungnya bagi pedagang,” kata wakil wali kota.

Wakil wali kota mengatakan, kegiatan kali ini sengaja diselenggarakan, agar kedepan acara di masing-masing OPD tidak lagi menyediakan kue-kue berbahan dasar terigu maupun beras.

Namun alternatifnya diganti dengan kue-kue yang berbahan dasar singkong, sagu, dan lainnya, yang penting non-beras serta non-terigu.

“Jadi saya berharap bagian umum, usahakan isi dosnya itu adalah snack yang non-beras dan non-terigu. Jangan lagi kue keju, kue kepang, sudah mahal dan kita tidak mengikuti kebijakan keanekaragaman konsumsi atau diversifikasi,” harap wakil wali kota.

Melalui sosialisasi kali ini, diharapkan narasumber bisa menjelaskan alasan kenapa diharuskan mengonsumsi yang non-beras dan non-terigu, mengingat kedua bahan itu mengandung karbohidrat yang tinggi.

“Saya berharap dengan pertemuan ini nanti, untuk acara-acara di masing-masing kantor OPD nanti itu, sudah menggunakan bahan-bahan singkong, atau sagu dan sejenisnya,” tekan wakil wali kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *